Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Januari 2026, 06.39 WIB

Pemkot Surabaya Fokus Atasi Banjir Menahun di Simo Kalangan hingga Tanjungsari pada 2026

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyebut wilayah Simo memang jadi langganan banjir tahunan. (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com-Pemkot Surabaya terus melakukan upaya-upaya penanganan banjir di sejumlah titik saat musim hujan. Pada 2026, proyek penanganan difokuskan di Kelurahan Simo dan Tanjungsari.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat menanggapi pertanyaan awak media tentang banjir pada Minggu (4/1). Ketinggian genangan di Kelurahan Simo mencapai pinggang orang dewasa.

Banjir di kawasan Simo bukan persoalan baru yang memerlukan penanganan terpadu. Eri Cahyadi menyebut selama bertahun-tahun, wilayah Simo Kalangan dan Simo Hilir belum mendapatkan penanganan yang menyeluruh.

Banjir di kawasan Simo ini memang sudah lama terjadi. Untuk sementara masih kita tangani dengan mobil pompa PMK dan penanganan Simo Kalangan baru akan kita mulai secara bertahap pada tahun 2026," tutur Eri Cahyadi, Senin (5/1).

“Ke depan, Pemkot Surabaya memfokuskan penanganan banjir tahun 2026 di sejumlah kawasan, antara lain Simo Kalangan, Simo Hilir, Simo Rejo A, Simo Rejo 1A dan 1B, serta Tanjungsari,” imbuh Eri.

Dia mencontohkan, penanganan banjir di kawasan Simo Kalangan memerlukan waktu panjang karena sifatnya menahun. Itu serupa dengan kondisi yang dulu terjadi di Dukuh Kupang dan kini sudah berhasil ditangani.

Untuk kawasan Simo, penanganan akan difokuskan pada pengaturan ulang aliran air dari wilayah hulu. Selama ini, Simo Kalangan menerima limpasan dari berbagai kawasan di atasnya.

“Petemon sudah diselesaikan lebih dulu dengan pembangunan pintu air, sehingga fokus diarahkan ke Simo Kalangan. Beberapa wilayah seperti Pacuan Kuda kini sudah tidak lagi banjir karena telah tertangani,” ucap Eri.

Pemkot Surabaya juga akan menata kembali bangunan liar atau tanpa izin di kawasan Simo Hilir. Pasalnya, kawasan tersebut seharusnya menjadi bozem untuk menampung air saat hujan deras.

“Sedangkan di kawasan Tanjungsari, sungai akan dilebarkan karena saat ini lebarnya menyempit, jauh dari kondisi ideal akibat pemanfaatan ruang yang tidak sesuai," papar orang nomor satu di Surabaya itu.

Menurut Wali Kota Eri, permasalahan banjir di Surabaya bukan semata soal anggaran, tetapi juga disebabkan saluran yang tertutup dan ketidaktertiban pembangunan drainase selama puluhan tahun.

“Ke depan, setiap bangunan, terutama yang berada di tepi jalan raya, harus memiliki saluran dengan ukuran yang disesuaikan fungsinya, baik untuk rumah tinggal maupun usaha (sehingga bisa meminimalisir banjir)," tandas Eri.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore