Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 November 2025, 22.41 WIB

Realisasi Investasi Surabaya Triwulan III 2025 Tembus Rp 9,18 Triliun, 9 Bulan Dapat Rp 31 Triliun

Suasana Klinik Investasi di gedung Siola. Realisasi Investasi Kota Surabaya di Triwulan III 2025 menembus Rp 9,18 Triliun. (Humas Pemkot Surabaya) - Image

Suasana Klinik Investasi di gedung Siola. Realisasi Investasi Kota Surabaya di Triwulan III 2025 menembus Rp 9,18 Triliun. (Humas Pemkot Surabaya)

JawaPos.com - Upaya Pemkot Surabaya melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) untuk mengejar target investasi Rp 42,69 triliun, mulai menunjukkan hasil. 

Pada triwulan III (Juli-September 2025), investasi yang masuk ke Kota Pahlawan mencapai Rp 9,185 triliun, sehingga total realisasi investasi hingga September menembus Rp 31,3 triliun.

"Untuk tahun ini target kita Rp 42,69 triliun. Alhamdulillah triwulan III, kita sudah mendapat Rp 31,3 triliun. Jadi, tinggal Rp11 triliun lagi, insyaallah bisa menutup," tutur Plt Kepala DPM-PTSP Kota Surabaya, Lasidi, Rabu (26/11).

Kenaikan realisasi investasi ini, lanjut Lasidi tidak lepas dari kemudahan perizinan serta dukungan fasilitas publik yang terus dikembangkan oleh Pemkot Surabaya, sehingga para investor tertarik menanamkan modalnya.  

Khusus realisasi pada triwulan III sebesar Rp 9,185 triliun. Nilai tersebut terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 8,4 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 784 miliar.

"Jika merujuk berdasarkan sektor usaha, maka ada tiga bidang yang menjadi penyumbang terbesar investasi pada triwulan III. Pertama itu sektor industri pengolahan, dengan nilai investasi Rp 1,904 triliun," imbuhnya. 

Disusul oleh sektor perdagangan besar dan eceran (reparasi mobil dan sepeda motor), dengan nilai investasi Rp 961 miliar. Ketiga adalah real estate dengan nilai investasi Rp 826 miliar.

Lasidi menyebut kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dan stakeholder menjadi faktor penting dalam menjaga iklim investasi di Surabaya. Dengan catatan tetap memerhatikan kebermanfaatan bagi masyarakat. 

"Investasi di Surabaya juga harus berdampak positif. Pak Wali (Eri Cahyadi) menginstruksikan agar kalau ada investasi masuk, harus dibantu. Tapi juga harus mensejahterakan warga, jangan sampai mengganggu warga,” seru Lasidi.
 
Lasidi mencontohkan investasi di sektor perhotelan, Pemkot Surabaya meminta pihak investor agar melibatkan tenaga kerja lokal. Artinya, pengusaha atau pemilik hotel wajib menggaet pekerja dari warga sekitar. 

Begitu pula dengan kebutuhan pasokan, seperti slipper atau sandal hotel hingga sayur-mayur, Pemkot Surabaya akan mengarahkan pengusaha untuk mengambil dari pelaku usaha lokal. 

"Kalau misalkan ada investasi masuk, misalnya hotel, berarti untuk pekerjanya ini berapa persennya juga dari Surabaya. Sayur mayur juga diambil dari Surabaya, kita sudah ada Koperasi Merah Putih, jadi nyambung," terangnya. 

Guna mendukung kemudahan bagi calon pengusaha maupun investor, Pemkot Surabaya juga menyediakan Klinik Investasi sebagai pusat pendampingan bagi pelaku usaha. 

Layanan tersebut berlokasi di Lantai 3 Gedung Siola Surabaya dan menjadi sarana konsultasi lengkap bagi masyarakat yang ingin memulai atau mengembangkan usaha. 

"Jadi Klinik Investasi itu membantu pelaku usaha. Di situ ada peta potensi mau usaha apa, di mana, nanti itu berapa tahun anggarannya dan berapa tahun bisa kembali. Di Klinik Investasi ada hitung-hitungannya,” tukas Lasidi. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore