Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 November 2025, 00.07 WIB

Lahan Rumija Disertifikat, Pelebaran Jalan Bringkang - Menganti Terkendala

Pemkab Gresik mengebut pekerjaan pelebaran Jalan Menganti. (Istimewa) - Image

Pemkab Gresik mengebut pekerjaan pelebaran Jalan Menganti. (Istimewa)

JawaPos.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik mengebut pekerjaan pelebaran Jalan Menganti. Terdapat dua titik pelebaran di ruas Bringkang - Menganti - Lakarsantri.

Pemkab Gresik harus mengeluarkan puluhan miliar untuk pembebasan lahan di ruas Menganti - Lakarsantri. Meski lahan-lahan itu berstatus ruang milik jalan (Rumija), namun di lapangan sertifikat-sertifikat telah muncul yang membuat pelebaran jalan terkendala. 

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik Eddy Pancoro menyebut bahwa pelebaran ruas Menganti - Lakarsantri dilakukan pada lahan yang sudah siap tanpa pembebasan. Sedangkan pembebasan lahan terus dilakukan sampai tuntas di perbatasan Lakarsantri.

“Di titik lain masih menunggu pembebasan lahan,” tandas Eddy Pancoro.

Ruas Bringkang - Menganti itu dilebarkan sepanjang 700 meter, melanjutkan pekerjaan sebelumnya sepanjang 1,8 kilometer. “Tinggal sedikit lagi sampai Pasar Menganti,” ucap Eddy Pancoro.

Dia menyampaikan bahwa saat ini pekerjaan masih tahap pemasangan uditch saluran. Sementara pekerjaan utama berupa aspal. Sementara di ruas Menganti - Lakarsantri, pekerjaan dilakukan sepanjang 110 meter. Saat ini progresnya memiliki deviasi 42 persen.

“Sama seperti titik sebelumnya menggunakan aspal,” imbuh Eddy Pancoro.

Namun karena musim hujan, DPRD Gresik berharap pekerja memperhatikan bekas tanah galian yang harus rutin dibersihkan. Saat ini, di ruas Bringkang - Menganti, pekerjaan masih sampai tahap drainase.

Saluran dengan uditch di satu sisi sudah selesai sekitar 200 meter. Namun di sisi lain, masih belum.

“Ini kan musim hujan, tanah galian saluran itu nempel di jalan membuat licin. Pengendara harus hati-hati. Dan kalau bisa, pekerja juga membersihkan itu,” ucap Wakil Ketua Komisi III DPRD Gresik Abdullah Hamdi.

Jalan penghubung Gresik - Surabaya itu memiliki mobilitas masyarakat yang tinggi. Sehingga perlu pembersihan agar pengendara yang melintas tidak gampang jatuh.

Politikus asal Menganti itu juga menyarankan agar memperhatikan pekerjaan saluran. Meski teknis drainase pada pekerjaan tahun ini menggunakan uditch. 

“Kalau tahun lalu dengan tembok penahan, ini sudah pakai uditch. Tapi tetap diperhatikan konektivitas antar saluran dan level jalan. Jangan sampai kejadian seperti tahun lalu,” imbuh Abdullah Hamdi.

Secara progres, politikus PKB itu melihat masih minim. Deviasi berkisar 17-19 persen. Meski pekerjaan itu memiliki kontrak sampai akhir Desember.

“Kondisi cuaca seperti ini sulit untuk tepat waktu. Apalagi pengaspalan nanti,” kata Abdullah Hamdi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore