
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Tolak Surat Pengunduran Diri Admin Medsos yang Viral. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menolak surat pengunduran diri dari admin media sosial (medsos) pribadinya, Hening Dzikrillah, setelah candaannya bocor saat jeda live dan viral di media sosial.
"Sudah ada pengunduran dirinya di meja saya, yang dibawa oleh Sekda (Lilik Arijanto), tetapi tidak saya perbolehkan (mengundurkan diri), silakan memperbaiki diri," tutur Eri di Balai Kota Surabaya, Senin (3/10).
Orang nomor satu di Kota Surabaya ini mengaku baru mengetahui video admin medsos-nya viral setelah kembali dari kegiatan Konferensi Asia Afrika di Blitar. Saat tiba di kantor, ia menerima surat pengunduran diri dari sang admin.
Alih-alih menerima surat pengunduran diri karena kesalahan yang diperbuat admin, Wali Kota Eri justru meminta Hening untuk beristirahat dan menenangkan diri sementara waktu.
Wali Kota Eri mengungkapkan tidak bisa menerima keputusan itu. Ia menilai, sebagai anak muda, Hening berhak untuk belajar dari kesalahan dan memperbaiki diri. Eri percaya tak ada manusia yang luput dari kesalahan.
"Jadi kemarin kan sempat viral admin saya, Mbak Hening ketika dia guyon (bercanda). Kalau anak muda mengalami kegagalan, jangan dibunuh karakternya, tapi bagaimana kita mengajak anak-anak ini untuk yakin,” imbuhnya.
Menurut Eri, Hening adalah sosok kreatif yang selama ini membantu mengelola akun medsos miliknya dengan semangat dan tanggung jawab tinggi. Generasi muda seperti ini perlu diberi ruang untuk berkembang.
"Anak-anak muda seperti Hening itu saya nilai terbaik, sehingga saya ajak jadi bagian yang nempel (mengawal) dengan saya. Tetapi saya selalu sampaikan, media sosial itu bukan untuk popularitas," tegas Eri.
Sebelumnya, beredar luas di media sosial, video percakapan tim admin media sosial Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bocor dan terekam saat siaran langsung Instagram sedang dijeda. Hal ini menuai kontroversi di publik.
Dalam potongan video berdurasi 57 detik, yang diunggah oleh akun TikTok @exploretuban, terdengar suara perempuan bencanda dengan rekan-rekannya membahas konten media sosial Eri Cahyadi.
"Lek kaya gini, Mat (kalau kaya gini, Mat), ini kan videone bagus bapak turun, kita simpen dulu ae. Nek bek-bek besok hujan bisa dipakai, epok-epok keliling," tutur admin perempuan dalam video tersebut.
Kalimat "epok-epok" yang berarti pura-pura, langsung ramai dibicarakan warganet. Banyak yang menilai candaan ini menyudutkan Eri Cahyadi seolah kegiatan yang dilakukan hanyalah rekayasa konten.
Tak berselang lama setelah video percakapannya viral, admin perempuan yang bersangkutan menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf terbuka melalui akun Instagram pribadinya @heningdzikrillah.
Dalam video klarifikasinya, Hening mengaku ucapannya hanya sebatas candaan internal dengan rekan-rekannya, tanpa maksud merendahkan atau menimbulkan kesan negatif terhadap sang wali kota.
"Tidak ada alasan yang bisa membenarkan kesalahan ini. Sekali lagi, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya dari hati terdalam, dan sebagai bentuk tanggung jawab moral, saya menyampaikan pengunduran diri saya dengan penuh kesadaran dan penyesalan," tukas Hening.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
