
Hector Souto optimistis skuad baru Timnas Futsal Indonesia siap jelang laga perdana ASEAN Futsal Championship 2026 di Thailand. (FFI)
JawaPos.com–Timnas Futsal Indonesia datang ke Piala AFF Futsal 2026 dengan pendekatan yang sedikit berbeda dibandingkan edisi sebelumnya. Kali ini, fokus tim tidak hanya mengejar hasil instan, tetapi juga membangun fondasi kuat untuk masa depan.
Turnamen yang berlangsung di Nonthaburi, Thailand, menjadi panggung penting untuk menguji regenerasi skuad Garuda. Di bawah arahan pelatih asal Spanyol Hector Souto, Indonesia membawa banyak wajah baru. Mayoritas pemain yang dipanggil merupakan hasil seleksi dari kompetisi domestik Profesional Futsal League (PFL).
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa tim pelatih mulai memprioritaskan regenerasi dan kedalaman skuad jangka panjang. Persiapan tim terbilang tidak ideal. Waktu yang tersedia cukup terbatas, dengan hanya beberapa sesi latihan sebelum turnamen dimulai.
Kondisi ini membuat proses adaptasi menjadi tantangan utama, terutama bagi pemain-pemain yang baru pertama kali bergabung di level tim nasional. Meski begitu, kualitas individu para pemain tetap menjadi modal penting.
Kompetisi futsal dalam negeri dinilai cukup kompetitif untuk membentuk pemain dengan kemampuan yang mumpuni. Hal ini memberikan keyakinan bahwa Timnas Futsal Indonesia tetap mampu bersaing di level Asia Tenggara.
Piala AFF Futsal 2026 sendiri digelar pada 5 hingga 13 April 2026. Setiap pertandingan di fase grup menjadi krusial, tidak hanya untuk mengejar hasil, tetapi juga sebagai sarana membangun chemistry antar pemain.
Dengan waktu persiapan yang terbatas, kekompakan tim menjadi faktor yang sangat menentukan. Target yang dicanangkan pun cukup realistis. Timnas Futsal Indonesia membidik lolos hingga babak semifinal.
Namun, di balik target tersebut, ada misi yang lebih besar, yaitu memperluas opsi pemain untuk masa depan. Memberikan jam terbang internasional kepada pemain baru menjadi investasi penting yang diharapkan berdampak dalam jangka panjang.
Pendekatan ini juga mencerminkan perubahan pola pikir dalam pengelolaan tim nasional. Tidak lagi semata-mata berorientasi pada hasil jangka pendek, tetapi juga pada kesinambungan prestasi.

Ernando Ari dan Bruno Moreira Absen! Ini Starting Line Up Persebaya Surabaya vs Persita Tangerang di Gelora Bung Tomo
Imran Nahumarury Angkat Bicara Usai Semen Padang Kalah dari Persib Bandung
9 Tempat Nasi Padang di Surabaya dengan Rasa Paling Juara Cocok untuk Makan Bareng Keluarga
Viral Mahasiswi Universitas Budi Luhur Mengaku Dilecehkan Oknum Dosen: Pelaku Dinonaktifkan tapi Tetap Digaji
12 Tempat Kuliner Soto Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih
Samsung Rilis Galaxy A07 5G di Indonesia, Andalkan Baterai 6.000 mAh untuk Aktivitas Seharian
Kronologi Operasi Penyelamatan Pilot Jet Tempur F-15E Milik Amerika di Iran: Misi Rahasia AS di Balik Garis Musuh
Jadwal ASEAN Futsal Championship 2026 Timnas Indonesia vs Brunei, Siaran Langsung, dan Live Streaming
Masih Kekurangan Pegawai Terutama Guru, Pemkab Gresik Pastikan Tak Ada Pemecatan PPPK, Belanja Pegawai Hanya 29 Persen
8 Rekomendasi Lontong Balap Legendaris di Surabaya: Kuliner Ikonik dengan Cita Rasa Otentik
