Puti Guntur Soekarno Putri di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta pada Kamis (15/1). (Istimewa)
JawaPos.com - Cucu Presiden Soekarno, Puti Guntur Soekarno Putri, memiliki hubungan spesial dengan Jepang. Terutama ketika Kokushikan University sangat ingin mengenal nilai-nilai yang dimiliki Bung Karno lewat anggota DPR dari PDIP tersebut pada 2015.
Pembicaraan itu melahirkan sebuah ide membentuk Soekarno Research Centre hadir di Jepang. "Hubungan saya dengan Jepang sudah terjalin sejak 2015. Saat itu, Kokushikan University sangat ingin mengenal nilai-nilai yang dimiliki Bung Karno," ujar Puti saat menyampaikan paparannya di hadapan Kedutaan Besar Jepang di Jakarta pada Kamis (15/1).
Kehadiran Puti di kediaman kedutaan besar Jepang itu bagian dari kunjungan kerja sekaligus dalam rangka menerima Penghargaan dari Menteri Luar Negeri pada periode 2025 sebagai apresiasi terhadap prestasi ketika memimpin Ketua Grup Kerja sama Bilateral DPR dengan parlemen Jepang. Acara itu juga dihadiri sejumlah tokoh, seperti Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri.
Lebih lanjut Puti dalam paparannya mengatakan, Pemikiran Presiden pertama Indonesia, Bung Karno, tentang kekuatan Pancasila sebagai alternatif solusi untuk dunia bahwa kemajuan global harus berakar pada nilai kemanusiaan, keadilan, dan kebersamaan.
Baca Juga: Golkar Tegaskan Wacana Pilkada Tidak Langsung Harus Dikaji Berdasarkan Demokrasi Pancasila
"Saya percaya, implementasi Pancasila harus sesuai perkembangan zaman agar menjadi arus menuju tata dunia baru. Ini saya angkat, untuk menjawab pertanyaan bagaimana Indonesia yang heterogen bisa bersatu dan berkontribusi bagi perdamaian global. Jawabannya ada di Pancasila,” terang dalam ceramah yang berjudul. "Pancasila Bintang Penuntun" dan "Pancasila Menuju Tata Dunia Baru".
Puti tidak hanya berbicara tentang teori sebagai pandangan, tetapi tentang nilai hidup, bagaimana publik dapat menyumbangkan kebaikan, meskipun kecil tetapi bisa membangun dunia yang lebih adil, seimbang, dan bermakna.
“Dalam tataran praksis, saya kira masyarakat Jepang, langsung atau tidak telah menjadikan nilai-nilai Pancasila menjadi filosofi dan standar moral masyarakat Jepang terlihat dari rasa kebersamaan, disiplin sosial, pernghormatan terhadap harmoni, serta tanggung jawab kolektif," bebernya.
Puti mengapresiasi masyarakat Jepang yang menerapkan nilai-nilai luhur dari Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut dia, gotong royong sebagai salah satu nilai Pancasila tentu bukan konsep statis, bukan sekadar tindakan, tetapi sebuah prinsip yang menggerakkan, mengorganisir dan memberi arah terhadap kehidupan bersama. Gotong royong hakikatnya adalah pandangan hidup bangsa yang mencerminkan bahwa Indonesia dibangun atas asas “semua untuk semua”, bukan “yang kuat untuk yang kuat”.
Oleh sebab itu, komitmen terhadap nilai kerja sama masyarakat Indonesia dan Jepang juga dijalankan Puti melalui perannya Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI periode 2019-2024, khususnya dalam hubungan dengan Parlemen Jepang.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
