Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares. (Istimewa)
JawaPos.com–Bernardo Tavares akan menjalani laga emosional malam nanti (25/2) menghadapi PSM Makassar dalam lanjutan Indonesia Super League. Hal itu lantaran klub tersebut pernah ditangani Tavares, tetapi di sisi lain, dia harus membawa Green Force meraih kemenangan.
Persebaya memang wajib memenangkan pertandingan lawan PSM Makassar demi menjaga persaingan untuk masuk empat besar super league. Apalagi dalam dua pertandingan sebelumnya, skuad asuhan Bernardo Tavares itu menelan kekalahan atas Bhayangkara FC dan Persijap Jepara.
Bernardo Tavares menegaskan tetap profesional dan siap membawa Persebaya mengalahkan mantan klub asuhannya. Namun dia akan tetap menganggap PSM Makassar sebagai tim yang cukup berarti karena dia cukup laman menangani tim berjuluk Juku Eja tersebut.
”Bagi saya, PSM Makassar cukup berarti karena ini adalah klub di Indonesia yang cukup lama saya latih, bukan cuma sebulan dua bulan, tetapi tiga setengah musim,” ujar Bernardo Tavares seperti dikutip dari akun YouTube resmi klub.
Pelatih asal Portugal itu memang menganggap PSM Makassar dan para mantan pemain asuhannya sebagai keluarga. Tapi di atas lapangan, dia akan memberikan segala daya upayanya untuk membawa Persebaya meraih kemenangan.
”Para pemain PSM sudah seperti keluarga bagi saya, namun kini saya adalah pelatih Persebaya, sehingga saya akan berikan 200 persen profesionalitas saya, dan memberikan hasil terbaik buat Green Force,” tegas Bernardo Tavares.
Demi mengalahkan Tim Juku Eja, Tavares mengaku sudah memantau secara mendalam lawannya itu. Sehingga dia bisa menyesuaikan taktik dengan memanfaatkan para pemain Persebaya.
”Kami telah menganalisis tim lawan, sehingga kami bisa melihat bagaimana kondisi tim kami, dan apa saja yang bisa saya sesuaikan dengan memanfaatkan para pemain yang ada dengan target bisa membawa Green Force meraih kemenangan,” tutur Bernardo Tavares.
Bernardo Tavares merupakan pelatih yang cukup berjasa bagi PSM Makassar. Dia menangani Tim Juku Eja sejak April 2022 hingga Oktober 2025, lalu pindah ke Persebaya sejak Januari 2026.
Selama menangani PSM Makassar, dia sukses mengakhiri puasa gelar Liga Indonesia selama 23 tahun, dengan menjuarai Liga 1 musim 2022/2023.
Tavares harus berpisah dengan PSM Makassar dengan situasi yang kurang ideal. Dia memilih mundur karena masalah pembayaran gaji.
”Terima kasih PSM Makassar. Dengan rasa sedih yang sangat besar, saya umumkan kepergian saya dari PSM Makassar. Alasannya adalah minimnya pembayaran gaji, suatu situasi yang telah saya alami selama tiga setengah tahun saya menjadi pelatih, yang sekarang tidak dapat dipertahankan lagi,” ungkapnya kala itu via akun X-nya yang dikutip Antara.
Mengutip dari Transfermarkt, total dia menangani PSM dalam 129 pertandingan dengan mencatatkan 55 kali menang, 44 laga berakhir seri, dan hanya mengalami 30 kekalahan.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
