
Slavko Damjanovic mampir ke bench Persbeaya Surabaya. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com – Persebaya Surabaya diyakini sudah melupakan kekalahan mereka dari Bhayangkara FC. Skuad Green Force diharapkan bisa kembali bangkit mencari kemenangan saat dijamu Persijap Jepara, Sabtu (21/2).
Di laga sebelumnya, rekor 13 pertandingan Super League 2025/2026 tanpa kalah Persebaya Surabaya dihentikan Slavko Damjanovic bersama Bhayangkara FC. Klub yang berbasis di Lampung ini menang 2-1 melalui laga penuh tekanan dan determinasi tinggi di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2) malam WIB.
Bermain penuh selama 90 menit sebelum digantikan Vinicius Leonardo da Silva di pengujung laga, Slavko Damjanovic tampil lugas menjaga lini belakang The Guardian. Kendati ia menerima kartu kuning pada menit ke-86, simbol kerasnya duel di jantung pertahanan.
"Ini adalah laga kedua saya (melawan Persebaya). Saya harus bermain. Saya sedih tidak bisa tinggal di sini. Tapi, saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan," ujar Slavko dengan nada campur aduk usai laga.
Bek jangkung itu menegaskan profesionalisme di atas nostalgia. Ia juga tak menampik adanya motivasi pribadi.
"Saya senang dengan 3 poin. Saya senang dengan teman-temanku. Tapi, saya juga sedih sedikit (usai laga). Karena saya pernah bermain di salah satu klub terbaik di Indonesia," katanya mengenang semusim berkostum Persebaya.
"Saya (memang) mengusung motivasi tinggi (lawan Persebaya). Tapi, ini permainan sepak bola. Saya harus beri (penampilan) maksimum untuk teman-temanku. Mungkin saya akan kembali," sambung Slavko.
Slavko menunjukkan peran fungsional yang solid di jantung pertahanan. Bek berusia 33 tahun itu mencatatkan 27 umpan untuk menjaga aliran bola tetap terkontrol dari area pertahanan. Secara defensif, ia tampil disiplin dengan tujuh kali sapuan dan enam intersep—indikasi kuatnya pembacaan arah serangan lawan—serta dua kali ball recovery untuk mengamankan bola kedua.
Meski tak mencatatkan tekel maupun blok, posisinya relatif terjaga sehingga tak banyak situasi duel terbuka yang memaksanya melakukan intervensi terakhir. Dalam membantu serangan, ia sempat melepaskan satu tembakan yang belum menemui sasaran dan tanpa shot on target.
Statistiknya mungkin tak eksplosif, tetapi stabilitas dan ketenangannya menjadi fondasi pertahanan tim. Sepanjang musim ini bersama Bhayangkara FC, bek bernomor punggung 15 itu telah mencetak dua gol dari 20 pertandingan—kontribusi yang menegaskan perannya bukan sekadar palang pintu.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
