Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 Februari 2026, 20.23 WIB

Lionel Messi Merasa Bodoh Abaikan Pentingnya Bahasa Inggris, Tak Ingin Anaknya Ikuti Jejak Sang Ayah

Lionel Messi sesali masa mudanya yang tidak belajar Bahasa Inggris dengan baik. (Instagram @leomessi).

JawaPos.com - Megabintang Inter Miami Lionel Messi ternyata menyimpan satu penyesalan mendalam yang terus menghantuinya hingga usia 38 tahun. Pemain berjuluk La Pulga itu blak-blakan mengaku menyesal karena tidak serius menimba ilmu saat masih muda, terutama dalam mempelajari bahasa Inggris.

Dilansir dari ESPN, Messi mengungkapkan sisi humanisnya dalam sebuah wawancara di podcast Meksiko, Miro de Atras. Pria kelahiran Rosario itu merasa bahwa kegagalannya dalam menguasai bahasa inggris telah menjadi hambatan besar dalam kehidupan sosialnya di panggung dunia.

Bagi Messi yang telah meraih delapan gelar Ballon d'Or, ketidakmampuannya dalam berbahasa Inggris membuatnya kehilangan rasa percaya diri. Kariernya yang mentereng membuat Messi sering kali berada dalam satu ruangan dengan tokoh-tokoh paling berpengaruh dan spektakuler di dunia. Namun, ketidakmampuannya menggunakan bahasa internasional itu membuatnya merasa terisolasi.

“Saya menyesali banyak hal. Tidak belajar bahasa Inggris sejak kecil adalah salah satunya. Padahal saat itu saya punya waktu, tetapi saya tidak melakukannya,” ujar Messi.

Messi menambahkan bahwa momen-momen pertemuan dengan orang-orang hebat sering kali berakhir dengan rasa canggung. “Saya mengalami situasi di mana saya berada bersama sosok-sosok luar biasa, tetapi saya merasa setengah bodoh karena tidak bisa mengobrol. Saya sering membatin, ‘Betapa bodohnya saya, beraninya saya menyia-nyiakan waktu dulu’,” imbuhnya.

Messi juga mengenang masa remajanya sebelum pindah ke akademi La Masia milik Barcelona. Messi mengakui bahwa pendidikan formalnya di Argentina tidak berjalan mulus karena fokusnya sudah terbelah oleh ambisi sepak bola. Di usia 13 tahun, Messi sudah tahu bahwa dirinya akan segera terbang ke Spanyol yang membuatnya kurang memperhatikan pelajaran di sekolah.

“Tahun terakhir sekolah saya di Argentina adalah sebuah bencana,” kata Messi. Meski akhirnya legenda dengan nomor punggung 10 itu berhasil menyelesaikan sekolah menengah di Barcelona bersama rekan-rekan setimnya, Messi merasa pendidikan yang ditempuhnya masih kurang.

Sekarang, sebagai ayah dari tiga anak, Messi tidak ingin kegagalan yang sama terulang pada keturunannya. Messi secara aktif mendorong Thiago, Mateo, dan Ciro untuk memprioritaskan pendidikan dan persiapan diri sebaik mungkin.

“Hari ini, itulah yang saya katakan kepada anak-anak saya. Penting bagi mereka untuk mendapatkan pendidikan yang baik, untuk belajar, dan bersiap. Saya selalu berpesan agar mereka memanfaatkan kesempatan yang ada,” tutur Messi. Messi menyadari bahwa meski anak-anaknya hidup dalam kondisi ekonomi yang jauh lebih baik daripada masa kecilnya dulu, tantangan dunia tetap membutuhkan persiapan intelektual yang matang.

Cerita tentang pengalaman Lionel Messi itu dapat menjadi pelajaran bagi banyak orang bahwa kesuksesan karier dan prestasi setinggi langit tidak dapat menggantikan nilai sebuah pendidikan. Messi sendiri terus mengasah kemampuan Bahasa Inggrisnya di penghujung karier profesionalnya di Amerika Serikat.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore