Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 Januari 2026, 22.14 WIB

Akhir Pahit Feyenoord di Liga Europa: Dibungkam Real Betis, Putra Van Persie Harus Ditandu

Pelatih Feyenoord Robin van Persie menghampiri putranya Shaqueel yang cedera. (@footballontnt/X) - Image

Pelatih Feyenoord Robin van Persie menghampiri putranya Shaqueel yang cedera. (@footballontnt/X)

JawaPos.com–Langkah Feyenoord di kompetisi Liga Europa musim ini resmi terhenti. Feyenoord menelan kekalahan saat bertandang ke markas Real Betis di Stadion La Cartuja, Sevilla, pada Jumat (30/1).

Wakil Belanda itu kalah dengan skor 1-2 dan dipastikan gagal melaju ke fase berikutnya Liga Europa. Dilansir dari media asal Belanda De Volkskrant (30/1), hasil itu membuat Feyenoord mengakhiri fase kompetisi dengan catatan buruk, yaitu hanya mengoleksi enam poin dari enam kekalahan.

Kekalahan itu terasa semakin menyakitkan. Sebab, kemenangan melawan Real Betis cukup untuk membawa Feyenoord masuk 24 besar dan lolos ke babak play off turnamen.

Masalah utama Feyenoord sepanjang laga Adalah keterbatasan pemain akibat badai cedera. Tim asuhan Robin van Persie terpaksa menurunkan susunan darurat, bahkan memainkan pemain di luar posisi aslinya.

Bek kiri Jordan Bos harus bermain sebagai bek tengah, sedangkan penyerang sayap Aymen Sliti diplot sebagai bek kiri. Situasi serupa juga terjadi di lini belakang.

Pemain muda Thijs Kraaijeveld menjalani debut Eropa sebagai bek Tengah. Dia lebih sering bermain sebagai gelandang di level akademi. Sementara itu, Jordan Lotomba kembali dipercaya sebagai bek kanan meski performanya menuai kritik.

Di lini serang, Cyle Larin justru ditempatkan sebagai gelandang serang. Larin mendapat sejumlah peluang emas, termasuk dua kesempatan besar di babak pertama, tetapi gagal mengonversinya menjadi gol. Ketumpulan itu menjadi salah satu faktor krusial kegagalan Feyenoord.

Sebaliknya, Real Betis tampil jauh lebih efektif. Tim asal Spanyol itu mencetak dua gol dalam 32 menit pertama.

Gol pertama dicetak Antony melalui sepakan jarak jauh, sedangkan gol kedua lahir lewat sundulan Abde Ezzalzouli setelah menerima umpan dari Antony. Setelah unggul 2-0, Real Betis memilih menurunkan tempo permainan. Mereka tampil efisien dan tidak menguras energi, mengingat kondisi jadwal padat dan absennya sejumlah pemain inti.

Feyenoord baru mampu memperkecil ketertinggalan pada menit ke-77 melalui Casper Tengstedt yang mencetak gol lewat sepakan melambung. Namun, gol itu tak cukup untuk membalikkan keadaan hingga peluit akhir dibunyikan.

Laga itu juga diwarnai momen paling menyedihkan bagi pelatih Feyenoord. Putra Robin van Persie, Shaqueel van Persie, mengalami cedera serius sesaat setelah masuk sebagai pemain pengganti.

Lututnya terlihat mengalami gerakan tidak wajar usai duel udara, hingga harus ditandu keluar lapangan dengan wajah menahan sakit. Seusai pertandingan, Robin van Persie mengaku sangat khawatir.

”Tes medis harus menentukan seberapa parah cederanya, tetapi skenario awalnya tidak terlihat baik,” ujar van Persie kepada Ziggo Sport.

Real Betis juga menunjukkan sportivitasnya dengan menuliskan doa kepada Van Persie melalui akun X (dulu Twitter) resminya agar sang pemain lekas pulih.

”Suatu kehormatan bagi kami dapat menjamu Anda dan para pendukung di stadion kami. Kami mendoakan yang terbaik untuk kesembuhan shaqueel van Persie. Semoga cepat sembuh,” tulis Real Betis.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore