Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Januari 2026, 00.00 WIB

Prancis Tolak Boikot Piala Dunia 2026, Isu Greenland Jadi Sorotan

Menteri Olahraga Prancis Maria Ferrari. (Istimewa) - Image

Menteri Olahraga Prancis Maria Ferrari. (Istimewa)

JawaPos.com–Pemerintah Prancis menegaskan tidak memiliki rencana untuk memboikot Piala Dunia FIFA 2026, meskipun muncul ketegangan politik yang melibatkan Amerika Serikat dan isu Greenland.

Sikap tersebut disampaikan Menteri Olahraga Prancis Marina Ferrari yang menilai ajang olahraga global harus tetap dipisahkan dari dinamika politik internasional. Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan sebagian besar pertandingan digelar di wilayah AS.

Dalam beberapa waktu terakhir, Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman kebijakan tarif terhadap sejumlah negara Eropa, termasuk Prancis, yang dinilai tidak mendukung rencana Washington terkait Greenland.

Greenland merupakan wilayah otonom di bawah Denmark yang belakangan menjadi sorotan geopolitik. Trump menilai kawasan tersebut memiliki nilai strategis tinggi bagi kepentingan keamanan Amerika Serikat dan NATO.

Namun, sikap negara-negara Eropa yang tidak sejalan memicu ketegangan diplomatik, yang sempat memunculkan spekulasi mengenai dampaknya terhadap ajang Piala Dunia. Menanggapi isu tersebut, Marina Ferrari menegaskan bahwa hingga kini tidak ada pembahasan resmi terkait penarikan diri Prancis dari Piala Dunia 2026.

Dia menilai turnamen empat tahunan tersebut memiliki arti besar, tidak hanya bagi pemain dan federasi, tetapi juga bagi jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia.

”Untuk saat ini, tidak ada niat dari kementerian untuk memboikot Piala Dunia. Ini adalah kompetisi besar yang dinantikan banyak orang,” ujar Ferrari kepada wartawan dikutip dari Reuters.com.

Dia menambahkan bahwa meski ada suara politik dari beberapa pihak, olahraga seharusnya tetap menjadi ruang yang menyatukan, bukan memecah belah.

Pernyataan Ferrari muncul menjelang pidato Trump dalam Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, di mana Presiden AS itu kembali menegaskan sikap keras negaranya terhadap isu Greenland. Situasi ini membuat perhatian publik tertuju pada kemungkinan implikasi politik terhadap event olahraga global, termasuk Piala Dunia.

Di sisi lain, beberapa negara Eropa memilih bersikap hati-hati. Pemerintah Jerman, misalnya, menyatakan bahwa keputusan terkait Piala Dunia sepenuhnya akan diserahkan kepada federasi sepak bola nasional, bukan ditentukan pemerintah.

Sementara isu politik bergulir, persiapan teknis Timnas Prancis menuju Piala Dunia 2026 tetap berjalan sesuai rencana. Federasi Sepak Bola Prancis telah mengumumkan bahwa skuad Les Bleus akan menjalani pemusatan latihan di Babson College, Wellesley, kawasan pinggiran Boston, Amerika Serikat.

Prancis yang tergabung di Grup I dijadwalkan menjalani laga terakhir fase grup melawan Norwegia pada 26 Juni 2026. Pertandingan tersebut akan berlangsung di Gillette Stadium, Foxborough, Massachusetts, stadion yang juga menjadi markas klub NFL New England Patriots.

Keputusan Prancis untuk tetap fokus pada persiapan tim menunjukkan komitmen mereka menjaga profesionalisme di tengah situasi global yang tidak sepenuhnya stabil. Bagi Prancis, Piala Dunia bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga panggung untuk menunjukkan bahwa sepak bola dapat tetap berjalan di luar hiruk-pikuk kepentingan politik.

Dengan sikap tegas tersebut, Prancis berharap Piala Dunia 2026 dapat berlangsung lancar dan menjadi perayaan sepak bola yang sesungguhnya, tanpa terganggu konflik di luar lapangan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore