Peran Viktor Gyokeres (kiri) jadi sorotan di Arsenal. (cbssports)
JawaPos.com - Arsenal kembali menunjukkan dominasi permainan saat menghadapi Liverpool, namun hasil akhir menegaskan satu masalah utama. Serangan mereka masih tumpul di kotak penalti.
Meski kerap menembus sisi lapangan dan mengirim umpan tarik berbahaya, The Gunners gagal mengonversinya menjadi peluang nyata.
Sejak awal musim 2025/2026, pasukan Mikel Arteta menjadi tim yang paling sering mencoba skema cutback di Premier League. Filosofi ini merupakan warisan dari Arteta saat bekerja bersama Pep Guardiola di Manchester City, dengan pola melebar, menusuk ke garis akhir, lalu mengirim bola ke area enam yard.
Dalam laga melawan Liverpool, pola tersebut terlihat jelas. Bukayo Saka, Leandro Trossard, hingga Jurrien Timber beberapa kali berhasil mencapai garis akhir. Namun, ironisnya, tak satu pun dari rangkaian umpan tersebut berujung tembakan.
Arteta menilai masalah utama terletak pada eksekusi akhir. Menurutnya, Arsenal sudah berada di posisi ideal untuk mencetak gol, tetapi gagal memilih opsi terbaik di dalam kotak penalti.
"Kami tiba di ruang yang tepat. Biasanya dari situ akan tercipta gol, tapi kali ini kami tidak memanfaatkannya," ujar Arteta usai pertandingan.
Masalah ini bukan kali pertama terjadi. Sepanjang musim, Arsenal justru semakin sering masuk ke area cutback, namun kualitas peluang yang dihasilkan menurun. Dari 32 umpan tarik yang dicatat musim ini, kontribusinya terhadap expected goals masih berada di level rata-rata liga.
Sorotan pun mengarah ke Viktor Gyokeres. Striker anyar Arsenal tersebut belum mencatat satu pun tembakan dari situasi cutback di Premier League. Dalam laga kontra Liverpool, Gyokeres kembali kesulitan melepaskan tembakan dan tercatat gagal menembak sepanjang pertandingan.
Memang, Gyokeres kerap menarik bek lawan dan membuka ruang bagi rekan setim. Namun, kontribusi tersebut belum cukup untuk menjawab ekspektasi besar yang menyertai kedatangannya. Dari 19 penampilan liga musim ini, ia tujuh kali gagal mencatatkan tembakan, dengan produktivitas yang masih jauh dari harapan.
Arteta mengakui Gyokeres sering berada di posisi bagus, tetapi efektivitas di momen krusial masih perlu ditingkatkan. Arsenal pun dihadapkan pada satu pekerjaan rumah besar untuk menyelaraskan taktik sayap mereka dengan ketajaman penyerang utama.
Jika masalah ini tak segera teratasi, dominasi Arsenal di sisi lapangan hanya akan menjadi statistik tanpa hasil banyak peluang tercipta, di mana gol tetap menghilang.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
