Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 Februari 2026, 19.24 WIB

10 Pertimbangan Penentuan Biaya UKT yang Harus Dipikirkan Mulai Sekarang, Biar Nggak Kemahalan!

Ilustrasi calon mahasiswa menyiapkan uang kuliah tunggal (UKT) sebelum masuk universitas impian. (AI/ChatGPT) - Image

Ilustrasi calon mahasiswa menyiapkan uang kuliah tunggal (UKT) sebelum masuk universitas impian. (AI/ChatGPT)

JawaPos.com - Biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) sering kali bikin calon mahasiswa dan orang tua deg-degan.

Soalnya, besarnya UKT di perguruan tinggi negeri (PTN) tidak ditentukan sembarangan. Ada banyak faktor yang dipertimbangkan kampus sebelum menetapkan kamu masuk ke golongan berapa.

Supaya nggak kaget saat pengumuman UKT keluar, ada baiknya mulai sekarang kamu paham apa saja yang jadi bahan penilaian.

Dengan begitu, kamu bisa lebih siap menyiapkan dokumen, menghitung kemampuan finansial keluarga, bahkan mempertimbangkan strategi memilih program studi.

Berikut 10 pertimbangan biaya UKT yang perlu kamu pikirkan sejak awal.

1. Penghasilan Orang Tua atau Wali

Ini jadi faktor paling utama dalam penentuan UKT. Kampus biasanya melihat besaran penghasilan bulanan atau tahunan orang tua maupun wali yang membiayai kuliah. Semakin tinggi pendapatan, biasanya semakin tinggi pula golongan UKT yang diberikan.

Karena itu, data penghasilan harus dilaporkan secara jujur dan sesuai dokumen resmi, seperti slip gaji atau surat keterangan penghasilan.

Ketidaksesuaian data bisa berpengaruh pada penetapan UKT, bahkan berpotensi menimbulkan masalah administrasi di kemudian hari.

2. Jumlah Tanggungan Keluarga

Jumlah anggota keluarga yang masih menjadi tanggungan juga ikut dihitung. Misalnya, jika dalam satu keluarga ada beberapa anak yang masih sekolah atau kuliah, maka beban finansial orang tua dianggap lebih besar.

Semakin banyak tanggungan, penghasilan keluarga dinilai harus dibagi ke lebih banyak kebutuhan.

Hal ini bisa menjadi pertimbangan agar mahasiswa mendapatkan UKT yang lebih terjangkau sesuai kondisi riil keluarganya.

3. Jenis dan Status Pekerjaan Orang Tua

Bukan cuma besar penghasilan, jenis pekerjaan juga diperhatikan. Apakah orang tua bekerja sebagai pegawai negeri, karyawan swasta, wiraswasta, buruh, atau pekerja harian lepas, semuanya punya penilaian berbeda.

Pekerjaan dengan penghasilan tetap dan stabil biasanya dianggap memiliki kemampuan finansial lebih terukur.

Sementara pekerjaan dengan penghasilan tidak tetap bisa menjadi pertimbangan tersendiri dalam menentukan golongan UKT.

4. Kepemilikan Aset

Aset keluarga seperti rumah, kendaraan, tanah, atau properti lain juga masuk dalam penilaian. Kampus ingin melihat gambaran menyeluruh kondisi ekonomi keluarga, bukan hanya dari slip gaji.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore