Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Januari 2026, 05.00 WIB

Fakta Sekolah Rakyat yang Diresmikan Presiden Prabowo Besok

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meninjau persiapan peluncuran Program Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (11/1). (dok. Humas Kemensos) - Image

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meninjau persiapan peluncuran Program Sekolah Rakyat di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Minggu (11/1). (dok. Humas Kemensos)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan meresmikan program Sekolah Rakyat secara langsung pada Senin (12/1). Peresmian dilaksanakan di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru yang berada di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Nah, ada beberapa fakta menarik mengenai program pendidikan gratis yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem ini. Berikut beberapa fakta penting tersebut:

1. Gagasan Langsung dari Presiden

Sebagai langkah strategis memutus rantai kemiskinan antargenerasi, program ini ternyata inisiatif langsung Prabowo. Hal ini kemudian dituangkan dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

“Gagasan dari Bapak Presiden untuk menjangkau keluarga-keluarga yang selama ini terpinggirkan, yang belum beruntung, prasejahtera, dan bisa disebut juga dalam statistik itu miskin atau miskin ekstrem. Karena Presiden ingin putra-putri dari keluarga yang seperti ini juga disiapkan untuk masa depan Indonesia,” ujar Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf usai meninjau persiapan penyelenggaraan peresmian Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Minggu (11/1).

Terlebih, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan lebih dari tiga juta anak usia sekolah berada dalam kondisi tidak sekolah, belum sekolah, putus sekolah dan berpotensi putus sekolah.

2. Multi entry, Multi exit

Proses rekrutmen siswa tidak berdasarkan tes akademik, melainkan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Hanya anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada Desil 1 dan 2 yang bisa masuk Sekolah Rakyat.

Menariknya lagi, siswa bisa masuk kapan saja tanpa mengikuti tahun ajaran atau biasa disebut multi entry, multi exit.

3. Jumlah Siswa Capai 15 Ribu Lebih

Mulai beroperasi sejak 2025, kini Sekolah Rakyat rintisan telah dibuka di 166 lokasi secara bertahap. Jumlah ini tersebar di Sumatera 35 lokasi, Jawa 70 lokasi, Bali dan Nusa Tenggara 7 lokasi, Kalimantan 13 lokasi, Sulawesi 28 lokasi, Maluku 7 lokasi, dan Papua 6 lokasi. Saat ini, Sekolah Rakyat rintisan telah menampung 15.945 orang siswa.

4. Serap Ribuan Tenaga Kerja

Sekolah Rakyat rintisan menyerap sekitar 7.107 tenaga kerja. Angka ini terdiri dari 2.218 guru dan 4.889 tenaga kependidikan (Tendik).

5. Konsep Sekolah Asrama

Sekolah Rakyat ini berkonsep asrama atau boarding school. Selama di asrama, mereka ditemani wali asrama dan wali asuh. Sehingga, upaya membentuk karakter anak-anak menjadi lebih mandiri dan disiplin serta memiliki keterampilan bisa tercapai dengan baik.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore