Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Januari 2026, 22.00 WIB

Anak yang Dibesarkan oleh Ayah yang Pendiam Sering Kali Menunjukkan 10 Perilaku Ini Tanpa Menyadarinya Menurut Psikologi

seseorang yang dibesarkan oleh ayah yang pendiam. (Freepik/freepik) - Image

seseorang yang dibesarkan oleh ayah yang pendiam. (Freepik/freepik)

JawaPos.com - Tidak semua ayah mengekspresikan cinta lewat kata-kata. Ada ayah yang hadir secara fisik, bekerja keras, bertanggung jawab, tetapi jarang berbicara tentang perasaan.

Ia lebih banyak diam, mengamati, dan menunjukkan kasih sayang lewat tindakan sederhana—bukan dialog panjang atau pelukan emosional.

Bagi sebagian anak, pola asuh seperti ini membentuk fondasi kepribadian yang unik. Tanpa disadari, cara ayah yang pendiam berinteraksi dengan dunia menjadi cermin bagi anak dalam memahami emosi, hubungan, dan cara mengekspresikan diri.

Psikologi perkembangan menunjukkan bahwa kelekatan emosional (attachment) tidak hanya dibentuk oleh kehadiran, tetapi juga oleh kualitas komunikasi emosional.

Menariknya, banyak orang dewasa yang dibesarkan oleh ayah pendiam menunjukkan pola perilaku tertentu—bukan sebagai kelemahan, melainkan sebagai adaptasi. 

Dilansir dari Geediting pada Jumat (9/1), terdapat10 perilaku yang sering muncul, sering kali tanpa mereka sadari.

1. Sangat Mandiri Secara Emosional

Anak dengan ayah pendiam cenderung belajar sejak dini untuk mengelola perasaannya sendiri. Karena jarang diajak membicarakan emosi, mereka tumbuh menjadi pribadi yang tidak mudah bergantung secara emosional pada orang lain.

Dalam psikologi, ini sering dikaitkan dengan avoidant attachment, di mana seseorang tampak kuat dan mandiri, tetapi sebenarnya hanya terbiasa menahan kebutuhan emosionalnya sendiri.

2. Sulit Mengekspresikan Perasaan dengan Kata-Kata

Bukan karena tidak punya perasaan, melainkan karena tidak terbiasa memverbalkannya. Mereka lebih mudah menunjukkan kasih sayang lewat tindakan—membantu, hadir, atau bekerja keras—daripada mengatakan “aku sayang” atau “aku terluka”.

Ini adalah pola belajar sosial: anak meniru cara ayah mengekspresikan diri, bahkan ketika mereka sudah dewasa.

3. Peka Terhadap Perubahan Suasana Hati Orang Lain

Ayah yang pendiam sering mengekspresikan emosi secara halus: lewat nada suara, bahasa tubuh, atau keheningan. Anak yang tumbuh dalam lingkungan ini menjadi pengamat yang tajam.

Tanpa sadar, mereka mengembangkan kepekaan tinggi terhadap atmosfer emosional, mampu “membaca ruangan” bahkan sebelum orang lain menyadarinya.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore