Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Februari 2026, 00.58 WIB

7 Tips Merawat Motor Matic agar Awet, Irit, dan Tetap Responsif untuk Mobilitas Sehari-hari

Ilustrasi: Motor matic melintas banjir. (Wahana Honda)




JawaPos.com-Motor matic telah menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia. Praktis, mudah dikendarai, dan nyaman untuk mobilitas harian di perkotaan yang padat.

Namun, kemudahan itu harus diimbangi dengan perawatan yang tepat. Tanpa perawatan rutin, performa motor matic bisa menurun, boros bensin, bahkan berujung kerusakan komponen mahal seperti CVT dan mesin.

Agar motor matic tetap prima dan awet digunakan bertahun-tahun, berikut tujuh tips perawatan yang wajib dilakukan.

1. Rutin Ganti Oli Mesin sesuai Jadwal

Oli mesin adalah “darah” bagi kendaraan. Pada motor matic, penggantian oli idealnya dilakukan setiap 2.000–3.000 kilometer, tergantung pemakaian dan rekomendasi pabrikan. Jika motor digunakan harian dengan jarak tempuh padat, penggantian bisa lebih cepat.

Oli yang terlambat diganti membuat gesekan mesin meningkat, suhu cepat panas, dan konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros. Jangan tunggu suara mesin kasar baru ganti oli.

2. Jangan Lupa Oli Gardan

Banyak pemilik motor matic lupa mengganti oli gardan (oli transmisi). Padahal, komponen ini berfungsi melumasi sistem penggerak roda belakang.

Idealnya, oli gardan diganti setiap dua kali penggantian oli mesin atau sekitar 6.000–8.000 kilometer. Jika dibiarkan terlalu lama, suara dengung di bagian belakang bisa muncul dan berisiko merusak gir set transmisi.

3. Servis dan Bersihkan CVT secara Berkala

CVT (Continuously Variable Transmission) adalah jantung motor matic. Komponen seperti roller, v-belt, dan kampas kopling harus dicek secara rutin.
Pembersihan CVT sebaiknya dilakukan setiap 8.000–10.000 kilometer.

Jika motor sering digunakan di jalan berdebu atau macet parah, interval servis bisa lebih cepat. CVT yang kotor membuat akselerasi terasa berat dan muncul getaran saat motor mulai berjalan.

4. Perhatikan Kondisi Aki

Motor matic modern umumnya sudah menggunakan sistem injeksi yang sangat bergantung pada kondisi aki. Jika aki lemah, starter elektrik tidak optimal dan sistem kelistrikan bisa terganggu.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore