Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 Februari 2026, 18.23 WIB

Masih Ada Beberapa Titik Jalan Rusak, Korlantas Polri: Perbaikan Sampai H-7 Idul Fitri

Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho bersama Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono meninjau kondisi lalu lintas long weekend. (Istimewa)

JawaPos.com - Jelang arus mudik dan balik tahun ini, Korlantas Polri terus memeriksa kesiapan sejumlah infrastruktur jalan. Baik di Jawa maupun daerah lainnya. Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho mengakui bahwa masih ada kerusakan pada sejumlah titik. Pihaknya mendorong agar perbaikan selesai maksimal H-7 Idul Fitri.

Meski Korlantas Polri menjadi tulang punggung dalam pengelolaan arus mudik dan balik, Agus menyampaikan bahwa Operasi Ketupat 2026 dilaksanakan dengan kolaborasi bersama instansi terkait. Termasuk diantaranya Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan pemerintah daerah (pemda) yang memiliki kewenangan untuk melakukan perbaikan jalan.

”Saya sudah mengecek sampai ke Trans Sumatera, memang masih ada jalan yang rusak. Tetapi, masih dalam proses perbaikan. Kemarin saya dari kilometer 1 sampai 188, masih ada jalan yang dalam perbaikan. Jadi, memang dengan kondisi cuaca kemarin sebagian jalan rusak,” kata dia pada Kamis (26/2).

Selain kerusakan jalan, Agus sudah memeriksa sejumlah ruas tol. Menurut orang nomor satu di Korlantas Polri itu, jalan tol sangat penting karena data menunjukkan bahwa jutaan masyarakat akan mudik menggunakan jalur darat. Termasuk diantaranya pemudik yang menggunakan mobil pribadi dan angkutan umum. Semuanya bakal memakai jalan tol.

”Khusus jalan tol, memang ada bangkitan arus yang cukup tinggi. Jadi, proyeksinya itu yang melintasi tol yang menuju ke Trans Jawa dan Sumatera itu 3,6 juta,” ujarnya.

Karena itu, jalan tol menjadi salah satu titik vital yang diperiksa oleh Korlantas Polri. Selain itu, Agus menyampaikan bahwa peran jalan arteri juga penting. Sebab, di Indonesia jalur arteri juga sangat panjang. Dia memastikan bahwa semuanya sudah disurvei oleh Korlantas Polri. Titik-titik yang perlu perbaikan telah dicatat untuk segera ditangani.

”Berkaitan dengan kepadatan, kami sudah siap skenario daripada pengaturan lalu lintas. Baik alih arus, penjagaan, nanti ada contraflow, one way, termasuk juga jalan-jalan tol yang difungsionalkan. Japek Selatan, Japek II, itu nanti akan kami gunakan untuk arus balik dan beberapa tol fungsional lain,” terang dia.

Di Sumatera, masih kata Agus, pihaknya sudah memeriksa kesiapan tol fungsional dari Jambi sampai Palembang. Kemudian di Sukabumi juga ada Tol Bocimi yang terhubung sampai ke Parung Kuda dan Karang Tengah. Dia berharap, semua persiapan itu akan menunjang jalannya Operasi Ketupat 2026 yang dilaksanakan dengan mengedepankan keamanan dan keselamatan masyarakat.

”Operasi Ketupat 2026 nanti diperkirakan tanggal 13 sampai 26. Tapi, nanti akan diumumkan oleh Mabes Polri,” kata dia.

Pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 turut menyesuaikan dengan kebijakan yang diambil oleh pemerintah. Termasuk kebijakan Work From Anywhere atau WFA. Kemudian pembatasan operasional kendaraan besar atau angkutan barang di jalan tol dan jalur arteri.

”Kebijakan dari pemerintah tentang work from anywhere, terus sumbu tiga dilarang melintasi tol dan arteri. Itu sudah disiapkan semuanya,” terang Agus.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore