Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Desember 2025, 06.36 WIB

Hashim Sebut Prabowo Tak Punya Satu Hektare Pun Lahan Sawit: Ini Fitnah dari Pengusaha Nakal!

Adik kandung Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, menghadiri acara Perayaan Natal Bersama Gereja-Gereja Asal Sumatera Utara di Jakarta Timur, Senin (22/12). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Adik kandung Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, menghadiri acara Perayaan Natal Bersama Gereja-Gereja Asal Sumatera Utara di Jakarta Timur, Senin (22/12). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Adik kandung Presiden Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, memberikan klarifikasi tegas terkait isu kepemilikan lahan sawit yang menyeret nama kakaknya. Ia membantah keras tuduhan yang menyebut Prabowo memiliki lahan sawit di wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh.

Hashim menegaskan bahwa kabar yang beredar di media sosial tersebut adalah fitnah yang sengaja dihembuskan oleh pihak-pihak tertentu.

Pernyataan ini ia sampaikan saat menghadiri acara Perayaan Natal Bersama Gereja-Gereja Asal Sumatera Utara di Jakarta Timur, Senin (22/12). Hashim menyatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto tidak memiliki bisnis perkebunan sawit di Indonesia.

"Ini adalah fitnah, ini adalah bohong Prabowo tidak punya lahan sambil satu hektare pun di bumi Indonesia," ujar Hashim saat memberikan sambutan.

Ia menambahkan bahwa tuduhan tersebut sangat tidak berdasar, terutama yang menyebutkan adanya penguasaan lahan di Sumatera Utara, Aceh, hingga Sumatera Barat. 

"Prabowo ini tidak punya satu hektare pun sawit di Indonesia, apalagi di Sumatera," imbuhnya.

Tuding Koruptor Lahan Ilegal sebagai Dalang

Hashim menduga ada motif terselubung di balik masifnya isu ini. Ia mensinyalir serangan tersebut berasal dari para pengusaha nakal yang merasa terancam dengan ketegasan pemerintah saat ini dalam menegakkan hukum lingkungan.

Menurut Hashim, ada sekitar 3,7 juta hektare lahan sawit ilegal yang ditanam di kawasan hutan lindung dan taman nasional oleh lebih dari 200 perusahaan.

"Antara lain ada 200 lebih perusahaan yang pemiliknya adalah orang-orang yang jahat. Dan kami menduga mereka-mereka ini yang menyebar fitnah ini. Karena mereka sangat dirugikan oleh pemerintah sekarang ini, kalau pemerintah sekarang ini menegakkan hukum," jelasnya.

Ia juga menyoroti adanya penggunaan influencer dan akun-akun fiktif di media sosial untuk menyebarkan narasi negatif guna menyudutkan Presiden Prabowo.

Janji Tindak Lanjut Aspirasi Masyarakat Sumatera

Selain mengklarifikasi isu sawit, Hashim juga merespons aspirasi masyarakat Sumatera Utara terkait isu lingkungan yang menyeret PT Toba Pulp Lestari (TPL),

Hashim mengatakan, operasional TPL saat ini telah ditutup sementara oleh pemerintah. Ia berharap penutupan itu bisa bersifat permanen jika terbukti merugikan masyarakat.

"Dan saya yakin pemerintah nanti akan betul-betul perhatikan aspirasi masyarakat Sumatera Akan hal pabrik Pulp Toba Lestari yang saya dengar sudah ditutup sementara. Mudah-mudahan dan semoga akan ditutup selama-lamanya," katanya.

Ia memastikan akan menyampaikan seluruh aspirasi masyarakat Sumatera Utara kepada Presiden Prabowo Subianto. 

"Jadi ini tentu saya akan sampaikan aspirasi masyarakat Sumatera Utara kepada Presiden. Dan saya yakin Presiden akan memperhatikan dan akan menanggapi dengan baik," katanya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore