
Bangunan empat lantai yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin (29/9). (Angger Bondan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Tragedi ambruknya gedung Pondok Pesantren Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo pada Senin (29/10) lalu, menjadi bahan evaluasi serius bagi pemerintah.
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pun bergerak cepat agar tragedi serupa tidak terulang lagi. Salah satunya mengaudit keandalan bangunan pondok pesantren lain di berbagai daerah di Indonesia.
Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU Dewi Chomistriana mengatakan, hingga Desember 2025, pihaknya akan mengaudit keandalan bangunan pondok pesantren di 9 provinsi.
"Kami dari Kementerian PU, dalam hal ini Ditjen Cipta Karya ditugaskan mengaudit keandalan bangunan pesantren. Tahun ini kami akan melakukan audit 80 pesantren sampai dengan Desember 2025," tutur Dewi, Jumat (14/11).
Kemudian, pada tahun 2026, Ditjen Cipta Karya akan memperluas jangkauan dan melakukan audit keandalan bangunan ponpes di provinsi-provinsi lainnya.
"Ini jadi perhatian pemerintah, keandalan bangunan dari pondok pesantren ini ke depan akan terus bergulir. (Pondok Pesantren) Al Khoziny termasuk salah satu yang penyelesaiannya segera kita lakukan," imbuhnya.
Dari hasil audit, Kementerian PU akan menyusun rekomendasi perbaikan bagi pondok pesantren, baik itu kekuatan struktur, manajemen proteksi kebakaran, instalasi kelistrikan, hingga sistem penangkal petir yang lebih aman.
"Kemudian juga dari sisi air minum dan sanitasinya. Jadi harapan kami ke depan, pondok pesantren ini memiliki bangunan dan infrastruktur yang memang betul-betul layak dan sesuai dengan standar keteknisan," terang Dewi.
Sebagai informasi, bangunan empat lantai di Pondok Pesantren Al Khoziny tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Saat itu, para santri sedang menunaikan Salat Asar berjamaah.
Akibatnya, sebanyak 167 santri menjadi korban dalam tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny. Dari ratusan korban tersebut, 104 korban selamat dan 63 korban meninggal dunia.
Dalam waktu dekat, pemerintah bersama pihak yayasan tengah menyiapkan gedung baru Pondok Pesantren Al Khoziny di lahan seluas 4.100 meter persegi di Jalan Siwalanpanji II, Buduran, Sidoarjo.
Saat ini, Ditjen Cipta Karya Kementerian PU sedang menyiapkan detail engineering design (DED) untuk pembangunan gedung baru Ponpes Al Khoziny. Apabila disetujui, pembangunan bisa segera dimulai.
"Kita sedang siapkan detail engineering design-nya, mudah-mudahan bisa segera disetujui dan di-approve. Harapannya mulai akhir tahun ini kita bisa laksanakan (pembangunan ulang)," pungkas Dewi.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
