Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 November 2025, 21.22 WIB

Profil Soeharto, Bapak Pembangunan Nasional yang Terima Gelar Pahlawan dari Prabowo

Mendiang Presiden Soeharto. (ISTIMEWA) - Image

Mendiang Presiden Soeharto. (ISTIMEWA)

JawaPos.com - Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 RI, Jenderal Besar TNI (Purn) H. M. Soeharto. Hal itu secara resmi dilakukan dalam upacara kenegaraan di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11).

Penganugerahan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116 TK Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.

“Nomor urut 2, almarhum H. Jenderal Besar TNI M. Soeharto, tokoh dari Provinsi Jawa Tengah,” kata Sekretaris Militer Presiden, Mayjen TNI Kosasih saat membacakan keputusan tersebut.

Gelar pahlawan nasional untuk Soeharto diterima oleh ahli warisnya, yaitu Siti Hardijanti Hastuti Rukmana (Tutut Soeharto) dan Bambang Trihatmodjo. Terlihat juga, Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto) serta Ragowo Hediprasetyo Djojohadikusumo (Didit Hediprasetyo) hadir dalam acara penganugerahan gelar pahlawan nasional.

Profil Presiden ke-2 RI Soeharto 

Soeharto lahir dari keluarga petani sederhana di Dusun Kemusuk, Argomulyo, Jogjakarta, pada 8 Juni 1921. Setelah menempuh pendidikan dasar, ia sempat bekerja di Bank Desa sebelum masuk dunia militer pada masa pendudukan Jepang.

Karier militer Soeharto dimulai ketika ia bergabung dengan PETA (Pembela Tanah Air) pada masa pendudukan Jepang tahun 1943. Setelah Indonesia merdeka, ia menjadi bagian dari Tentara Keamanan Rakyat (TKR), cikal bakal TNI.

Soeharto bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) dan berperan penting dalam mempertahankan kemerdekaan, termasuk memimpin Serangan Umum 1 Maret 1949 di Jogjkarta yang memperlihatkan eksistensi Republik Indonesia kepada dunia internasional.

Setelah peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI), Soeharto menerima Surat Perintah 11 Maret 1966 (Supersemar) dari Presiden Soekarno. Surat itu memberi wewenang kepadanya untuk mengambil langkah demi memulihkan keamanan negara.

Pada tahun 1967, Soeharto diangkat menjadi Pejabat Presiden, dan setahun kemudian dilantik secara resmi sebagai Presiden RI ke-2, menggantikan Soekarno.

Soeharto menjadi Presiden RI sejak 1967 hingga 1998 atau selama 32 tahun berkuasa sebagai kepala negara. Soeharto menitikberatkan pemerintahan pada stabilitas politik dan pembangunan ekonomi.Di bawah kepemimpinannya, Indonesia mengalami transformasi besar-besaran, di antarany program Pembangunan Lima Tahun (Repelita) dan Rencana Pembangunan Jangka Panjang (PJPT).

Swasembada beras dan peningkatan produksi pangan, pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan. Serta, stabilitas keamanan dan pertumbuhan ekonomi rata-rata di atas 7 persen pada masa puncaknya.

Atas keberhasilan tersebut, Soeharto mendapat julukan 'Bapak Pembangunan Nasional'.
Meski mencatat banyak keberhasilan, pemerintahan Orde Baru juga diwarnai kritik terkait pelanggaran HAM, korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

Krisis ekonomi Asia 1997 menjadi titik balik yang menyebabkan gelombang reformasi besar-besaran. Pada 21 Mei 1998, Soeharto akhirnya mengundurkan diri dari jabatan presiden setelah 32 tahun berkuasa.

Setelah lengser, Soeharto hidup di kediamannya di Jalan Cendana, Jakarta. Ia beberapa kali dirawat karena sakit dan akhirnya wafat pada 27 Januari 2008. Jenazahnya dimakamkan di Astana Giribangun, Karanganyar, Jawa Tengah, berdampingan dengan istrinya, Ibu Tien Soeharto.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore