
Menko Polkam Djamari Chaniago saat diwawancarai oleh awak media di Kawasan Monas, Jakpus, pada Senin pagi (20/10). Djamari menjelaskan pencapaian satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago berkumpul bersama ribuan prajurit TNI-Polri di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat (Jakpus) pada Senin (20/10). Meski sudah cukup lama menjadi purnawirawan, momen tersebut membuat Djamari merasa kembali menjadi komandan batalyon (danyon).
Salah satu menteri berlatar belakang militer di Kabinet Merah Putih itu menyatakan bahwa sampai saat ini dirinya merasa masih sama dengan para prajurit. Dia mengungkapkan bahwa sumpah prajurit tidak akan pernah dia langgar. Karena itu, meski sudah lama menjadi purnawirawan, sumpah tersebut tetap melekat dan tidak pernah dicabut dari dirinya.
”Itu pula yang menyebabkan mengharuskan saya datang kemari, menengok prajurit, sesama prajurit punya tanggung jawab yang sama, (punya tanggung jawab) yang besar untuk kepentingan bangsa ini. Saya ucapkan terima kasih, kalian siap dan kalian adalah cadangan yang dipegang oleh panglima TNI,” kata Djamari di hadapan ribuan pasukan tersebut.
Djamari pun menyebut beberapa satuan di antara ribuan pasukan itu. Mulai Pasukan Brimob Polri, Korpasgat TNI AU, Korps Marinir TNI AL, hingga pasukan dari satuan-satuan TNI AD yang sampai hari ini masih bersiaga di Jakarta, khusus di kawasan Monas. Dia menyampaikan bahwa, pasukan tersebut harus bangga karena mendapat kepercayaan besar dari negara.
”Saya merasa bangga berada di sini berhadapan dengan para prajurit. Tadi saya berbisik-bisik dengan Wapang (Jenderal TNI Tandyo Budi Revita), rasanya saya sebagai komandan batalyon lagi untuk bertemu (prajurit) seperti ini. Dan itu membuat perasaan saya semakin besar, semakin yakin bahwa kita bisa mengatasi segalanya yang akan kita hadapi kelak,” ucap dia.
Kepada ribuan pasukan tersebut, Djamari meminta mereka memahami dan melaksanakan seluruh standar operasional prosedur (SOP) dalam pelaksanaan tugas yang tengah diemban. Tidak boleh ada satu pun prajurit yang melanggar aturan dan ketentuan yang berlaku. Bahkan pelanggaran kecil pun tidak boleh dilakukan.
”Jangan sampai terjadi pelanggaran sekecil apapun dalam penegakan SOP, tugas. Karena begitu ada kesalahan sedikit, kita akan menghadapi kelemahan. Pada saat kita sudah lemah, kita pasti kalah. Dan kita berada di sini bukan untuk kalah. Kita bersama-sama di sini adalah untuk memenangkan, menyelesaikan tugas kita demi kepentingan bangsa dan negara,” pungkasnya.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
