Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 November 2025, 06.35 WIB

Film Sampai Titik Terakhirmu Sangat Menyentuh Hati, Onad Tak Hadir Terjerat Kasus Narkoba

Jumpa pers film Sampai Titik Terakhirnya di bilangan Senayan, Jakarta, Selasa (4/11). (Abdul Rahman/JawaPos.com) - Image

Jumpa pers film Sampai Titik Terakhirnya di bilangan Senayan, Jakarta, Selasa (4/11). (Abdul Rahman/JawaPos.com)

JawaPos.com - Film Sampai Titik Terakhirmu berhasil mengaduk emosi para penonton yang menyaksikan bersama awak media dalam acara screening yang berlangsung pada hari ini, Selasa (4/11), di bilangan Senayan, Jakarta.

Sejumlah penonton mengaku sampai menangis lantaran larut dalam keharuan pada saat menonton film garapan sutradara Dinna Jasanti. Tak hanya menghadirkan drama kesedihan, film yang berangkat dari kisah nyata tentang perjuangan dan cinta Albi Dwizky dan Shella Selpi Lizah yang sempat viral di media sosial, juga menghadirkan kehangatan dalam keluarga.

Berbeda dari acara jumpa pers sebelumnya, acara press screening hari ini tidak dihadiri oleh aktor Onadio Leonardo atau Onad. Pasalnya, dia terjerat kasus narkoba usai diamankan bersama istrinya beberapa waktu lalu. 

"Sayang banget nggak ada Onad. Padahal aku pengen banget ketemu dia, aku mengaguminya. Menurutku, Onad orangnya lucu," ujar Santi, salah satu penonton, saat ditemui di bilangan Senayan Jakarta.

Dalam film Sampai Titik Terakhirmu, Onad berperan sebagai Nanang, seorang penarik becak motor odong-odong. Nanang dulunya adalah orang yang suka beraksi di tong setan.

Diantara adegan-adegan yang mengharukan sekaligus mengesankan dalam film Sampai Titik Terakhirmu, menurut sang sutradara, adalah adegan pada saat Shella bertanya soal kata-kata terakhir kepada keluarga menjelang kepergiannya. 

"Ada satu adegan dimana Shella bertanya, ada nggak kata-kata terakhir dari keluarga? Menurut aku itu paling berat dari semuanya," kata Dinna Jasanti.

Hal senada diungkapkan Arbani Yasiz. Pada saat adegan itu diambil, kru sempat ikut menangis saking sedihnya nuansa kehilangannya sangat kuat. Menurut dia, adegan itu terasa sangat menyentuh dan proses pengambilan gambarnya pun dilakukan cukup lama.

"Scene yang Shella minta jawab satu persatu itu proses syutingnya lumayan lama take-nya, dari habis Isya sampai jam 12 malam," tuturnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore