
Menikmati kopi di pagi hari adalah salah satu kebiasaan orang yang bahagia (freepik)
JawaPos.com – Bahagia pada dasarnya sering dianggap sebagai tujuan besar yang sulit diraih. Padahal psikologi modern justru menemukan bahwa kebahagiaan lebih banyak dibentuk oleh kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
Orang-orang yang terlihat benar-benar bahagia bukan karena hidup mereka sempurna melainkan karena mereka merawat pikiran, tubuh dan hubungan dengan cara yang sederhana namun bermakna.
Berikut 6 kebiasaan yang paling sering ditemukan pada orang-orang yang hidupnya terasa lebih bahagia sebagaimana dilansir dari laman Global English Editing, Senin (2/2) :
Orang yang bahagia cenderung menyisihkan waktu untuk berinteraksi dengan alam meskipun hanya sebentar. Bisa berupa berjalan pagi di sekitar rumah, duduk di taman atau sekadar membuka jendela dan menikmati udara segar.
Menariknya ada sebuah penelitian menunjukkan bahwa kesehatan dan kesejahteraan yang baik terkait dengan menghabiskan setidaknya 120 menit di alam setiap minggu.
Penelitian dalam Jurnal Frontiers in Psychology menunjukkan bahwa paparan alam secara rutin mampu menurunkan hormon stres kortisol dan meningkatkan suasana hati. Bahkan interaksi singkat dengan lingkungan hijau sudah cukup untuk memberi efek yang menenangkan bagi otak.
Orang yang benar-benar bahagia tidak menunggu hidup sempurna untuk bersyukur. Artinya mereka melatih rasa syukur secara sadar misalnya dengan mengingat hal-hal kecil yang berjalan baik hari itu.
Para ahli mencatat bahwa mempraktikkan rasa syukur dapat meringankan gejala depresi dan kecemasan, meningkatkan kesehatan jantung, mengurangi stres dan bahkan meningkatkan kualitas tidur.
Penelitian Journal of Positive Psychology melaporkan bahwa praktik syukur harian berkaitan dengan peningkatan kebahagiaan dan penurunan gejala depresi. Intinya bersyukur membantu otak lebih fokus pada hal yang cukup bukan yang kurang.
Orang bahagia tidak selalu rajin ke gym tetapi mereka konsisten menggerakkan tubuh. Aktivitas fisik ringan seperti berjalan, bersepeda, atau membersihkan rumah sudah cukup memberi dampak positif.
Penelitian dalam The Lancet Psychiatry menemukan bahwa aktivitas fisik rutin berkaitan erat dengan kesehatan mental yang lebih baik.
Dalam praktik sehari-hari, kebiasaan ini sering muncul tanpa disadari. Misalnya memilih naik tangga daripada lift, berjalan sambil menelepon atau melakukan peregangan ringan di sela pekerjaan.
Kebahagiaan tidak hanya soal diri sendiri tetapi juga hubungan dengan orang lain. Orang yang bahagia cenderung memiliki koneksi yang hangat meski lingkarannya tidak besar.
Studi dalam Journal of Happiness Studies menunjukkan bahwa kualitas hubungan sosial lebih berpengaruh terhadap kebahagiaan dibanding jumlah teman.
Dalam kehidupan sehari-hari, ini terlihat dari kebiasaan mendengarkan dengan penuh perhatian, menyempatkan waktu berbincang tanpa gangguan ponsel atau sekadar menanyakan kabar dengan tulus.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
