Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Januari 2026, 17.46 WIB

Seni dalam Melepaskan: 8 Langkah yang Akhirnya Berdamai dengan Apa yang Tidak Dapat Anda Ubah

seseorang yang berdamai dengan dirinya (Freepik/freepik)

JawaPos.com - Ada fase dalam hidup ketika kita menyadari satu kebenaran yang sunyi namun tegas: tidak semua hal bisa kita kendalikan.

Sebanyak apa pun usaha, doa, atau logika yang kita susun rapi, kenyataan tetap berjalan pada jalurnya sendiri.

Di titik inilah banyak orang terjebak—antara terus melawan sesuatu yang mustahil diubah, atau belajar melepaskan dan melanjutkan hidup dengan hati yang lebih ringan.

Melepaskan bukan berarti menyerah. Ia adalah seni. Seni memahami batas diri, seni menghormati kenyataan, dan seni berdamai dengan keadaan tanpa kehilangan harga diri. 

Dilansir dari Geediting pada Kamis (8/1), terdapat delapan langkah yang dapat membantu Anda perlahan berdamai dengan apa yang memang tidak dapat Anda ubah.

1. Mengakui Kenyataan Tanpa Membenarkannya

Langkah pertama dalam melepaskan adalah pengakuan. Bukan pembenaran, bukan pula kepasrahan buta, melainkan kejujuran pada diri sendiri. “Ya, ini terjadi.” Kalimat sederhana ini sering kali lebih sulit diucapkan daripada ribuan keluhan.

Mengakui kenyataan berarti berhenti menghabiskan energi untuk menyangkal. Anda tidak harus menyukai keadaan tersebut. Anda hanya perlu mengakui bahwa ia nyata, hadir, dan untuk saat ini berada di luar kendali Anda.

2. Memilah antara Kendali dan Ilusi Kendali

Banyak penderitaan lahir bukan dari peristiwa itu sendiri, melainkan dari keyakinan keliru bahwa kita seharusnya bisa mengendalikannya. Seni melepaskan dimulai ketika Anda berani bertanya: “Apa yang benar-benar bisa saya ubah?”

Pikiran Anda—bisa. Sikap Anda—bisa. Tindakan hari ini—bisa. Masa lalu, keputusan orang lain, atau hasil yang sudah terjadi—tidak. Memilah keduanya adalah latihan mental yang membebaskan.

3. Memberi Ruang bagi Emosi Tanpa Tenggelam di Dalamnya

Melepaskan bukan berarti menekan emosi. Sedih, marah, kecewa, bahkan iri—semua emosi itu valid. Yang perlu diubah bukan keberadaannya, melainkan cara Anda berelasi dengannya.

Izinkan emosi hadir, tetapi jangan membiarkannya mengambil alih kemudi hidup Anda. Rasakan, akui, lalu lepaskan perlahan. Emosi yang diterima dengan sadar akan pergi lebih cepat daripada emosi yang dilawan.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore