Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 Desember 2025, 05.15 WIB

10 Kebiasaan yang Sebaiknya Ditinggalkan di Usia 70-an agar Tetap Sehat, Awet Muda, dan Berenergi

ilustrasi kebiasaan yang harus ditinggalkan di usia 70-an agar tetap sehati, awet muda, dan berenergi (Geediting) - Image

ilustrasi kebiasaan yang harus ditinggalkan di usia 70-an agar tetap sehati, awet muda, dan berenergi (Geediting)

JawaPos.com - Banyak orang mengira usia 70-an identik dengan penurunan fisik dan mental. Padahal kenyataannya, tidak sedikit lansia yang justru terlihat lebih segar, aktif, dan bersemangat dibandingkan mereka yang jauh lebih muda.

Rahasianya bukan semata faktor genetik atau finansial, melainkan kebiasaan hidup yang mereka pertahankan—dan kebiasaan yang berani mereka tinggalkan.

Dikutip dari laman Geediting, Rabu (24/12), para lansia yang tetap terlihat muda dan bugar umumnya telah melepaskan kebiasaan-kebiasaan tertentu yang diam-diam mempercepat penuaan.

Berikut 10 kebiasaan yang sebaiknya ditinggalkan di usia 70-an agar tetap hidup sehat, ceria, dan penuh vitalitas.

1. Terjebak terus dalam masa kejayaan masa lalu

Mengenang masa lalu memang menyenangkan, tetapi hidup di dalamnya justru membuat seseorang kehilangan momen hari ini. Terlalu sering membandingkan masa sekarang dengan masa lalu hanya akan menciptakan rasa kecewa dan stagnasi.

Hidup yang sesungguhnya terjadi di masa kini. Fokus pada apa yang masih bisa dinikmati dan dikembangkan hari ini jauh lebih menyehatkan secara mental.

2. Menolak belajar teknologi baru

Enggan mempelajari teknologi bukan lagi hal lucu, melainkan berisiko membuat seseorang terisolasi. Komunikasi keluarga, layanan kesehatan, hingga aktivitas sehari-hari kini banyak bergantung pada teknologi digital.

Tidak perlu menjadi ahli, cukup memahami dasar-dasarnya agar tetap terhubung dengan dunia dan orang-orang tercinta.

3. Memperlakukan tubuh seolah masih muda

Di usia 70-an, tubuh membutuhkan perhatian lebih, bukan pengabaian. Pola makan sembarangan, malas bergerak, dan mengabaikan pemeriksaan kesehatan justru mempercepat penurunan kondisi fisik.

Mendengarkan sinyal tubuh dan merawatnya dengan bijak adalah bentuk penghormatan terhadap diri sendiri.

4. Mempertahankan hubungan toksik demi sopan santun

Waktu menjadi semakin berharga seiring bertambahnya usia. Menghabiskannya dengan orang-orang yang menguras energi hanya akan mengganggu kesehatan emosional.

Menjaga jarak dari hubungan toksik bukan berarti egois, melainkan bentuk perlindungan diri dan ketenangan batin.

5. Enggan meminta bantuan

Kemandirian memang baik, tetapi menolak bantuan saat dibutuhkan justru bisa berbahaya. Meminta bantuan bukan tanda kelemahan, melainkan kecerdasan dalam menjaga keselamatan dan kualitas hidup.

Selain itu, memberi kesempatan orang lain membantu juga memberi mereka rasa berarti.

6. Mengabaikan stimulasi mental

Kalimat “saya sudah terlalu tua untuk belajar” adalah salah satu pemicu penuaan mental tercepat. Otak membutuhkan tantangan agar tetap tajam, sama seperti otot yang perlu digerakkan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore