Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 Desember 2025, 15.07 WIB

10 Tradisi Perayaan Natal Unik di Berbagai Negara, di Jepang Harus Makan Ayam KFC

Parade Krampus yang menyeramkan mewarnai perayaan Natal di Austria. (Travel+Leisure) - Image

Parade Krampus yang menyeramkan mewarnai perayaan Natal di Austria. (Travel+Leisure)

JawaPos.com -Natal selalu identik dengan pohon cemara, lampu kelap-kelip, dan hadiah yang tersusun rapi di bawahnya. Namun, jika Anda menengok lebih jauh ke berbagai belahan dunia, suasana Natal ternyata bisa terasa sangat berbeda.

Di beberapa negara, Natal bukan hanya soal misa tengah malam atau makan malam keluarga, tetapi juga tentang ayam goreng cepat saji, parade makhluk menyeramkan, hingga pergi ke gereja dengan sepatu roda. Menjelang Natal 2025, tradisi-tradisi unik ini kembali mencuri perhatian.

Bukan sekadar atraksi wisata, perayaan Natal di berbagai negara mencerminkan sejarah, budaya, hingga cara masyarakat setempat memaknai sukacita dan harapan. Bagi Anda yang sedang mencari inspirasi Natal yang berbeda—entah untuk liburan, konten, atau sekadar menambah wawasan, berikut 10 negara dengan perayaan Natal paling unik di dunia.

1. JEPANG: Natal Rasa Ayam Goreng KFC

Di Jepang, Natal tidak terlalu kental dengan nuansa religius. Namun jangan salah, perayaannya justru sangat populer. Sejak tahun 1970-an, ayam goreng KFC menjadi “menu wajib” Natal. Tradisi ini berawal dari kampanye iklan bertajuk Kentucky for Christmas yang kemudian meledak dan bertahan hingga kini.

Menjelang 25 Desember, gerai KFC di Jepang dipenuhi antrean panjang. Banyak keluarga bahkan memesan jauh-jauh hari. Bagi orang Jepang, makan ayam goreng di Hari Natal adalah simbol kebersamaan dan perayaan modern yang unik.

2. ISLANDIA: 13 Yule Lads yang Nakal

Jika biasanya anak-anak menunggu Santa Claus, di Islandia mereka justru menantikan kedatangan 13 Yule Lads. Makhluk dalam cerita rakyat ini datang satu per satu selama 13 malam menjelang Natal.

Yule Lads dikenal usil. Mereka bisa meninggalkan hadiah kecil untuk anak yang berperilaku baik, atau kentang busuk bagi anak yang dianggap nakal. Tradisi ini membuat masa penantian Natal terasa lebih panjang dan penuh cerita, terutama bagi anak-anak Islandia.

3. FILIPINA: Festival Lentera Raksasa

Filipina dikenal memiliki salah satu musim Natal terpanjang di dunia. Puncaknya adalah Festival Lentera Raksasa atau Ligligan Parul di San Fernando, Pampanga. Lentera berbentuk bintang Bethlehem ini dibuat berukuran besar dengan desain yang sangat rumit.

Saat malam tiba, lampu warna-warni menyala dan bergerak mengikuti irama musik. Festival ini bukan hanya perayaan Natal, tetapi juga simbol kreativitas dan semangat gotong royong masyarakat Filipina.

3. AUSTRIA: Parade Krampus yang Menyeramkan

 Austria, suasana Natal bisa terasa agak menyeramkan, terutama saat Krampusnacht. Pada malam ini, orang-orang mengenakan kostum Krampus—makhluk setengah kambing setengah iblis dalam cerita rakyat Alpen—dan berparade di jalanan.

Krampus dipercaya menghukum anak-anak nakal menjelang Natal. Meski terdengar menakutkan, parade ini justru menjadi festival budaya yang menarik wisatawan. Dentingan lonceng, topeng kayu, dan suasana gelap membuat Natal di Austria memiliki sisi dramatis yang tak biasa.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore