Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Desember 2025, 06.26 WIB

Menelusuri Jejak Pavlova: Dessert Ikonik yang Merepresentasikan Musim Panas dan Kebersamaan Dua Negara

Pavlova, dessert berbahan dasar meringue dengan krim dan buah segar yang menjadi ikon kuliner Australia dan Selandia Baru (Dok. Encyclopaedia Britannica)

JawaPos.com - Pavlova telah lama dikenal sebagai salah satu hidangan penutup paling populer di kawasan Australasia. Dessert berbahan dasar meringue ini memiliki karakter unik: bagian luarnya renyah, sementara bagian dalamnya lembut dan ringan.

Pavlova biasanya disajikan dengan krim kocok serta buah-buahan segar, menjadikannya pilihan favorit dalam berbagai perayaan, khususnya saat musim panas dan perayaan Natal. Encyclopaedia Britannica mencatat bahwa sajian ini identik dengan suasana santai khas akhir tahun di Australia dan Selandia Baru.

Nama pavlova sendiri diambil dari Anna Pavlova, seorang penari balet asal Rusia yang melakukan tur ke Australia dan Selandia Baru pada dekade 1920-an. Pada masa itu, ketenarannya menginspirasi sejumlah hidangan yang dinamai untuk menghormatinya. Pavlova kemudian dikenal sebagai simbol keanggunan, sejalan dengan citra sang balerina yang lembut dan memikat.

Namun, di balik kepopulerannya, pavlova menyimpan perdebatan panjang mengenai asal-usulnya. Laporan ABC News Australia pada Juni 2024 mengungkap bahwa Australia dan Selandia Baru sama-sama mengklaim sebagai negara pertama yang menciptakan dessert ini. Para sejarawan kuliner menelusuri berbagai resep lama dan menemukan bahwa pavlova kemungkinan berkembang dari hidangan meringue Eropa, sebelum diadaptasi dengan bahan dan selera lokal di kawasan Pasifik Selatan.

Penelusuran sejarah juga menunjukkan bahwa versi pavlova yang paling mendekati bentuk modern mulai dikenal luas pada pertengahan 1930-an. Sejak saat itu, pavlova terus mengalami variasi dan akhirnya mengakar kuat sebagai bagian dari tradisi kuliner di kedua negara. Hidangan ini hampir selalu hadir dalam perayaan besar seperti Natal dan Tahun Baru, menandai momen kebersamaan keluarga dan komunitas.

Terlepas dari perdebatan mengenai siapa pencipta pertamanya, pavlova kini telah melampaui sekadar persoalan asal-usul. Dessert ini menjadi simbol budaya bersama yang merepresentasikan musim panas, perayaan, dan identitas kuliner Australia serta Selandia Baru.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore