Pavlova, hidangan manis dari Australia dan Selandia Baru (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Pavlova dikenal sebagai salah satu dessert paling ikonik dari kawasan Australia dan Selandia Baru. Hidangan manis ini sekilas tampak sederhana, namun menyimpan cerita sejarah, identitas budaya, dan teknik kuliner yang khas. Melansir dari All Recipes, pavlova pada dasarnya merupakan meringue berukuran besar yang disajikan dengan lapisan krim lembut dan aneka buah segar di atasnya.
Meski sama-sama berbahan dasar putih telur kocok seperti meringue, pavlova memiliki ciri khas berupa lapisan luar yang renyah, sementara bagian dalamnya tetap lembut dan mirip marshmallow. Perpaduan tekstur inilah yang membuat pavlova begitu digemari dan berbeda dari meringue biasa yang kering hingga ke dalam. Pavlova tak hanya populer sebagai hidangan penutup, tetapi juga sebagai simbol perayaan, terutama saat Natal dan musim panas di Australia dan Selandia Baru.
Terinspirasi dari Sang Ballerina Legendaris
Asal-usul nama pavlova tak lepas dari sosok ballerina ternama asal Rusia, Anna Pavlova. Mengutip Britannica, dessert ini diciptakan sebagai bentuk penghormatan terhadap sang penari yang melakukan tur ke kawasan Australasia pada 1926 dan 1929.
Nama pavlova disebut merepresentasikan tutu balet Anna Pavlova yang ringan dan mengembang, selaras dengan karakter dessert ini yang tampak anggun dan rapuh. Meski hingga kini masih menjadi perdebatan antara Australia dan Selandia Baru soal siapa pencipta pertamanya, riset akademisi Universitas Otago, Helen Leach, menunjukkan bahwa resep pavlova sudah muncul di Selandia Baru setidaknya sejak 1929.
Dari Resep Klasik ke Berbagai Kreativitas Kuliner
Seiring waktu, pavlova berkembang melampaui resep klasiknya. Mengutip dari Cadbury, dessert ini perlahan berevolusi menjadi “kanvas kosong” bagi para koki dan juru masak rumahan. Awalnya hanya disajikan dengan krim dan buah sederhana seperti stroberi atau kiwi, pavlova kemudian diperkaya dengan beragam topping mulai dari mangga, markisa, hingga buah-buahan eksotis lainnya.
Beberapa versi modern bahkan menambahkan sentuhan cokelat, bunga jeruk, atau buah panggang seperti persik. Variasi juga muncul pada adonan dasarnya, dengan penambahan cuka, maizena, atau jenis gula tertentu untuk menghasilkan tekstur dan tingkat kemanisan yang diinginkan.
Proses Pembuatannya yang Kompleks
Cara membuat pavlova membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Mengutip dari Better Homes and Gardens, proses dimulai dengan memisahkan putih dan kuning telur, lalu membiarkan putih telur berada pada suhu ruang agar dapat mengembang maksimal saat dikocok. Putih telur kemudian dikocok bersama cream of tartar dan garam hingga membentuk soft peak.
Setelah itu, gula ditambahkan sedikit demi sedikit sampai adonan mencapai stiff peak dan teksturnya halus. Kemudian, air lemon dan maizena dilipat perlahan untuk menstabilkan adonan. Meringue dibentuk menyerupai mangkuk, dipanggang perlahan dengan suhu rendah, lalu didiamkan dalam oven agar mengering dan tidak retak. Setelah dingin, pavlova diisi krim kocok dan buah yang telah dimaserasi sebelum disajikan.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
