Logo JawaPos
Author avatar - Image
11 Desember 2025, 00.56 WIB

6 Rekomendasi Hidangan Sup Hangat dari Berbagai Negara yang Cocok Disantap saat Musim Dingin

Pho, sup hangat khas Vietnam yang ringan namun penuh aroma. (Hot Thai Kitchen) - Image

Pho, sup hangat khas Vietnam yang ringan namun penuh aroma. (Hot Thai Kitchen)

JawaPos.com - Saat cuaca dingin, semangkuk sup hangat menjadi salah satu sajian paling dicari. Berbagai negara memiliki hidangan sup yang bukan hanya menghangatkan tubuh, tetapi juga menawarkan cita rasa kaya serta teknik memasak khas daerah masing-masing.

Mulai dari ramen Jepang dengan topping yang beragam, pho Vietnam yang aromatik, hingga harira Maroko yang menjadi bagian penting tradisi Ramadan, setiap sup menyimpan cerita dan keunikan rasa tersendiri yang membuatnya tetap digemari hingga kini.

Berikut 6 hidangan sup dari berbagai negara yang cocok untuk disantap saat musim dingin.

1. Ramen, Jepang

Mengutip San J, ramen dikenal sebagai sup mi Jepang yang awalnya merupakan makanan kaki lima sederhana, namun kini menjelma menjadi sajian gourmet yang digemari di seluruh dunia. Keunikan ramen terletak pada racikannya, yaitu kombinasi antara kuah, mi, dan topping yang beragam.

Ada beberapa jenis ramen populer seperti shoyu dengan kuah kecap asin, shio yang menggunakan kaldu bening dengan garam, miso dengan kuah miso berpadu daging cincang, sayuran, dan kaldu ayam, serta tonkotsu yakni kuah pekat hasil rebusan tulang babi.

Sementara itu, menurut Kikkoman, membuat ramen autentik membutuhkan waktu dan ketelatenan, terutama dalam menciptakan kaldu yang kaya dan kompleks. Prosesnya dimulai dari memilih jenis kuah, kemudian menentukan topping seperti chashu (irisan daging babi) hingga tamago (telur marinasi). Barulah mi menjadi elemen terakhir yang melengkapi hidangan ini. Keragaman racikan tersebut membuat ramen memiliki karakter dan kelezatan berbeda di setiap mangkuknya.

2. Pho, Vietnam

Melansi Pho Redbo, pho merupakan salah satu kuliner Vietnam paling mendunia, dikenal lewat kuahnya yang harum, daging yang lembut, mi beras, serta perpaduan herba segar. Nama “pho” diyakini berasal dari kata Prancis “feu” yang berarti api, merujuk pada proses perebusan panjang yang menjadi inti pembuatannya. Hidangan ini memiliki nilai budaya yang kuat di Vietnam dan biasa dinikmati sebagai sarapan maupun hidangan hangat sepanjang hari.

Pembuatannya dimulai dari merebus tulang, daging, dan rempah-rempah selama berjam-jam hingga menghasilkan kuah bening namun kaya rasa. Kuah panas ini kemudian dituangkan ke atas mi beras dan irisan daging tipis.

Penikmat pho dapat menyesuaikan rasa melalui tambahan daun ketumbar, tauge, hingga saus hoisin dan sriracha. Popularitas pho terus meluas hingga mancanegara, dengan banyak restoran menciptakan varian mereka sendiri tanpa menghilangkan karakter khasnya yang ringan namun penuh aroma.

3. Tom Yum, Thailand

Menurut Soi55, Tom Yum atau Tom Yam adalah salah satu sup paling ikonik dari Thailand dengan perpaduan rasa pedas, asam, manis, dan asin yang khas. Biasanya menggunakan udang atau ayam sebagai sumber protein utama, sup ini memiliki aroma yang kuat dan segar.

Kunci keunikan Tom Yum terletak pada rempah segar seperti serai, lengkuas, daun jeruk purut, serta cabai yang menciptakan rasa kompleks. Selain itu, perpaduan kecap ikan dan air jeruk limau turut memberikan rasa yang kaya. Tom Yum bukan sekadar hidangan, melainkan representasi kekayaan kuliner Thailand yang penuh bumbu dan kompleks.

4. Harira, Maroko

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore