Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 April 2026, 01.53 WIB

Orang yang Terlihat Sukses Tapi Sebenarnya Tidak Punya Uang: 9 Kebiasaan yang Sering Muncul Menurut Psikologi

seseorang yang terlihat sukses padahal tidak./Freepik/dikushin - Image

seseorang yang terlihat sukses padahal tidak./Freepik/dikushin

JawaPos.com - Di era media sosial dan tekanan gaya hidup modern, definisi “sukses” sering kali menjadi kabur. Banyak orang merasa perlu terlihat berhasil, bahkan ketika kondisi finansial mereka sebenarnya tidak stabil.

Fenomena ini bukan sekadar soal gengsi—dalam psikologi, perilaku ini sering berkaitan dengan kebutuhan akan validasi, rasa tidak aman, dan tekanan sosial.

Menariknya, ada pola kebiasaan tertentu yang sering muncul pada orang yang berusaha tampak kaya atau sukses, padahal kenyataannya berbeda.

Dilansir dari Expert Editor pada Senin (6/4), terdapat sembilan kebiasaan yang sering teridentifikasi menurut perspektif psikologi.

1. Terobsesi dengan Penampilan Luar

Orang dalam kategori ini biasanya sangat memperhatikan tampilan fisik—mulai dari pakaian bermerek, gadget terbaru, hingga kendaraan yang terlihat mahal. Semua ini dilakukan untuk menciptakan kesan status sosial tinggi.

Padahal, dalam banyak kasus, barang-barang tersebut dibeli dengan cicilan atau bahkan utang.

2. Sering Pamer di Media Sosial

Media sosial menjadi panggung utama. Mereka aktif membagikan foto liburan, makanan mahal, atau gaya hidup glamor.

Namun yang jarang terlihat adalah sisi lain: tekanan finansial, tagihan yang menumpuk, atau pengorbanan besar di balik konten tersebut.

3. Menghindari Pembicaraan Tentang Keuangan

Ketika topik beralih ke keuangan pribadi—seperti tabungan, investasi, atau utang—mereka cenderung menghindar atau mengalihkan pembicaraan.

Ini karena realitas finansial mereka tidak sejalan dengan citra yang mereka tampilkan.

4. Hidup dari Gaji ke Gaji

Meskipun terlihat “wah,” banyak dari mereka sebenarnya tidak memiliki tabungan yang cukup. Pengeluaran mereka hampir selalu menghabiskan pemasukan.

Dalam psikologi, ini sering disebut sebagai financial denial, yaitu mengabaikan kondisi keuangan sebenarnya.

5. Menggunakan Utang untuk Gaya Hidup

Alih-alih menggunakan utang untuk kebutuhan produktif, mereka sering memanfaatkannya untuk konsumsi—seperti barang mewah, makan di restoran mahal, atau liburan.

Tujuannya bukan kebutuhan, melainkan citra.

6. Membandingkan Diri Secara Berlebihan

Mereka sering membandingkan diri dengan orang lain—teman, rekan kerja, atau influencer. Perbandingan ini memicu keinginan untuk “tidak kalah,” meskipun harus memaksakan diri secara finansial.

7. Sulit Mengakui Keterbatasan

Salah satu ciri kuat adalah ketidakmampuan untuk berkata “saya tidak mampu.” Mereka lebih memilih tetap ikut tren atau gaya hidup tertentu demi menjaga image.

Dalam psikologi, ini berkaitan dengan ego defense mechanism.

8. Fokus pada Pengakuan, Bukan Kesejahteraan

Alih-alih mengejar stabilitas jangka panjang, mereka lebih fokus pada bagaimana dilihat orang lain saat ini. Validasi sosial menjadi prioritas utama.

Sayangnya, ini sering mengorbankan kesehatan mental dan finansial mereka sendiri.

9. Merasa Identitas Diri Bergantung pada Status

Bagi mereka, nilai diri sangat terkait dengan simbol kesuksesan eksternal—uang, barang, dan gaya hidup.

Ketika simbol tersebut terganggu, rasa percaya diri pun ikut goyah.

Penutup

Penting untuk dipahami bahwa perilaku ini bukan semata-mata soal kesalahan individu, tetapi juga hasil dari tekanan sosial yang besar. Budaya yang menilai seseorang dari penampilan luar membuat banyak orang merasa harus “berpura-pura sukses” demi diterima.

Namun, dari sudut pandang psikologi, kebahagiaan dan kesejahteraan sejati justru datang dari kejujuran terhadap diri sendiri, pengelolaan keuangan yang sehat, dan penerimaan bahwa setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda.

Alih-alih berusaha terlihat kaya, jauh lebih bernilai untuk benar-benar membangun kestabilan—meskipun itu tidak selalu terlihat oleh orang lain.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore