
seseorang yang terlihat sukses padahal tidak./Freepik/dikushin
JawaPos.com - Di era media sosial dan tekanan gaya hidup modern, definisi “sukses” sering kali menjadi kabur. Banyak orang merasa perlu terlihat berhasil, bahkan ketika kondisi finansial mereka sebenarnya tidak stabil.
Fenomena ini bukan sekadar soal gengsi—dalam psikologi, perilaku ini sering berkaitan dengan kebutuhan akan validasi, rasa tidak aman, dan tekanan sosial.
Menariknya, ada pola kebiasaan tertentu yang sering muncul pada orang yang berusaha tampak kaya atau sukses, padahal kenyataannya berbeda.
Dilansir dari Expert Editor pada Senin (6/4), terdapat sembilan kebiasaan yang sering teridentifikasi menurut perspektif psikologi.
1. Terobsesi dengan Penampilan Luar
Orang dalam kategori ini biasanya sangat memperhatikan tampilan fisik—mulai dari pakaian bermerek, gadget terbaru, hingga kendaraan yang terlihat mahal. Semua ini dilakukan untuk menciptakan kesan status sosial tinggi.
Padahal, dalam banyak kasus, barang-barang tersebut dibeli dengan cicilan atau bahkan utang.
2. Sering Pamer di Media Sosial
Media sosial menjadi panggung utama. Mereka aktif membagikan foto liburan, makanan mahal, atau gaya hidup glamor.
Namun yang jarang terlihat adalah sisi lain: tekanan finansial, tagihan yang menumpuk, atau pengorbanan besar di balik konten tersebut.
3. Menghindari Pembicaraan Tentang Keuangan
Ketika topik beralih ke keuangan pribadi—seperti tabungan, investasi, atau utang—mereka cenderung menghindar atau mengalihkan pembicaraan.
Ini karena realitas finansial mereka tidak sejalan dengan citra yang mereka tampilkan.
4. Hidup dari Gaji ke Gaji
Meskipun terlihat “wah,” banyak dari mereka sebenarnya tidak memiliki tabungan yang cukup. Pengeluaran mereka hampir selalu menghabiskan pemasukan.
Dalam psikologi, ini sering disebut sebagai financial denial, yaitu mengabaikan kondisi keuangan sebenarnya.
5. Menggunakan Utang untuk Gaya Hidup
Alih-alih menggunakan utang untuk kebutuhan produktif, mereka sering memanfaatkannya untuk konsumsi—seperti barang mewah, makan di restoran mahal, atau liburan.
Tujuannya bukan kebutuhan, melainkan citra.
6. Membandingkan Diri Secara Berlebihan
Mereka sering membandingkan diri dengan orang lain—teman, rekan kerja, atau influencer. Perbandingan ini memicu keinginan untuk “tidak kalah,” meskipun harus memaksakan diri secara finansial.
7. Sulit Mengakui Keterbatasan
Salah satu ciri kuat adalah ketidakmampuan untuk berkata “saya tidak mampu.” Mereka lebih memilih tetap ikut tren atau gaya hidup tertentu demi menjaga image.
Dalam psikologi, ini berkaitan dengan ego defense mechanism.
8. Fokus pada Pengakuan, Bukan Kesejahteraan
Alih-alih mengejar stabilitas jangka panjang, mereka lebih fokus pada bagaimana dilihat orang lain saat ini. Validasi sosial menjadi prioritas utama.
Sayangnya, ini sering mengorbankan kesehatan mental dan finansial mereka sendiri.
9. Merasa Identitas Diri Bergantung pada Status
Bagi mereka, nilai diri sangat terkait dengan simbol kesuksesan eksternal—uang, barang, dan gaya hidup.
Ketika simbol tersebut terganggu, rasa percaya diri pun ikut goyah.
Penutup
Penting untuk dipahami bahwa perilaku ini bukan semata-mata soal kesalahan individu, tetapi juga hasil dari tekanan sosial yang besar. Budaya yang menilai seseorang dari penampilan luar membuat banyak orang merasa harus “berpura-pura sukses” demi diterima.
Namun, dari sudut pandang psikologi, kebahagiaan dan kesejahteraan sejati justru datang dari kejujuran terhadap diri sendiri, pengelolaan keuangan yang sehat, dan penerimaan bahwa setiap orang memiliki perjalanan yang berbeda.

Imran Nahumarury Angkat Bicara Usai Semen Padang Kalah dari Persib Bandung
12 Tempat Kuliner Soto Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih
Masih Kekurangan Pegawai Terutama Guru, Pemkab Gresik Pastikan Tak Ada Pemecatan PPPK, Belanja Pegawai Hanya 29 Persen
Viral Mahasiswi Universitas Budi Luhur Mengaku Dilecehkan Oknum Dosen: Pelaku Dinonaktifkan tapi Tetap Digaji
Jadwal ASEAN Futsal Championship 2026 Timnas Indonesia vs Brunei, Siaran Langsung, dan Live Streaming
9 Tempat Nasi Padang di Surabaya dengan Rasa Paling Juara Cocok untuk Makan Bareng Keluarga
Bertemu Menteri PKP Maruarar Sirait di Tanah Abang, Hercules: Lahan Negara Saya Serahkan Hari Ini!
Sebelum Meninggal, Brian Ardianto 'MasterChef Indonesia' Sempat Minta Maaf dan Singgung Soal Utang
5 Kuliner Lontong Kupang di Surabaya Ini Paling Laris dan Ramai Pembeli, Penasaran?
Samsung Rilis Galaxy A07 5G di Indonesia, Andalkan Baterai 6.000 mAh untuk Aktivitas Seharian
