
seseorang yang mengukur hidup berdasarkan pengalaman./Freepik/tirachardz
JawaPos.com - Di zaman ketika pencapaian sering diukur lewat angka—gaji, aset, jabatan—masih ada orang-orang yang memandang hidup dengan cara berbeda.
Mereka tidak menganggap uang sebagai pusat makna, melainkan sebagai alat. Yang mereka kejar bukan sekadar “berapa banyak”, tetapi “seberapa dalam”.
Namun, bagaimana cara mengetahui apakah seseorang benar-benar mengukur hidup berdasarkan pengalaman, bukan uang?
Dilansir dari Geediting pada Selasa (17/2), terdapat delapan cara halus untuk mengenalinya.
Baca Juga: Orang yang Bertahun-tahun Tidak Memperbarui Foto Profil WhatsApp Memiliki 9 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi
1. Mereka Lebih Sering Bercerita Tentang Momen, Bukan Nominal
Perhatikan topik cerita mereka.
Orang yang mengukur hidup dari pengalaman biasanya akan berbinar saat menceritakan perjalanan, pertemuan, atau proses belajar. Mereka akan berbagi kisah tentang percakapan tak terduga di kereta, tantangan saat mendaki gunung, atau pelajaran hidup dari kegagalan.
Mereka jarang menyelipkan angka: harga tiket, biaya hotel, atau nominal proyek. Fokusnya pada rasa dan makna, bukan nilai rupiah.
Bagi mereka, cerita bukan tentang “berapa mahal”, tapi “apa yang berubah setelahnya”.
Baca Juga: Pria Menjadi Ayah yang Siap Secara Emosional Selalu Menunjukkan 7 Ciri Ini, Bahkan Sebelum Mereka Memiliki Anak Menurut Psikologi
2. Mereka Mengutamakan Waktu Berkualitas
Ketika harus memilih antara tambahan pemasukan dan waktu bersama orang terkasih, mereka cenderung mempertimbangkan kualitas hubungan.
Bukan berarti mereka menolak uang. Namun mereka sadar waktu tidak bisa dikembalikan. Mereka rela menolak lembur berlebihan demi menghadiri ulang tahun keluarga, atau memilih pekerjaan dengan fleksibilitas lebih besar meski gajinya tidak maksimal.
Bagi mereka, kenangan lebih bernilai daripada angka di rekening.
3. Cara Mereka Menghargai Liburan
Ada orang yang liburan untuk “pamer destinasi”, ada pula yang liburan untuk mengalami kehidupan.
Baca Juga: Ramalan Shio Besok Jumat 20 Februari 2026: Naga, Ular, Kuda, Kambing
Orang yang berorientasi pada pengalaman biasanya tidak terobsesi dengan hotel termewah atau spot paling viral. Mereka bisa sama bahagianya menjelajahi gang kecil, berbincang dengan warga lokal, atau mencoba makanan sederhana.
Liburan bagi mereka adalah ruang untuk tumbuh, bukan panggung untuk menunjukkan status.
4. Mereka Menginvestasikan Uang pada Pengembangan Diri
Perhatikan pengeluaran mereka.
Alih-alih menghabiskan uang untuk simbol status, mereka lebih suka mengalokasikannya untuk kursus, buku, workshop, atau perjalanan bermakna. Mereka melihat uang sebagai bahan bakar untuk memperluas wawasan.
Misalnya, mereka mungkin terinspirasi oleh konsep “experiential living” yang sering dibahas dalam buku seperti Die with Zero karya Bill Perkins—yang menekankan pentingnya memaksimalkan pengalaman hidup, bukan sekadar menumpuk kekayaan.
5. Mereka Tidak Mudah Terkesan oleh Status Sosial
Ketika berbicara tentang seseorang yang sukses secara finansial, respons mereka biasanya netral. Mereka tidak langsung kagum hanya karena jabatan atau kekayaan.
Sebaliknya, mereka lebih tertarik pada perjalanan hidup, nilai yang dipegang, atau dampak yang diberikan orang tersebut.
Bagi mereka, kekayaan hanyalah salah satu aspek kehidupan—bukan ukuran utama kualitas seseorang.
6. Mereka Menghargai Proses, Bukan Hanya Hasil
Orang yang berorientasi pengalaman menikmati perjalanan menuju tujuan.
Ketika mengerjakan proyek, mereka tidak hanya fokus pada hasil akhir atau bayaran, tetapi juga pada pembelajaran di sepanjang jalan. Kegagalan pun dianggap bagian dari cerita hidup, bukan sekadar kerugian.
Mereka bisa berkata, “Setidaknya aku belajar banyak,” dengan tulus—bukan sebagai penghiburan kosong.
7. Definisi Sukses Mereka Bersifat Personal
Jika Anda bertanya, “Apa arti sukses bagi Anda?”, jawabannya jarang berupa angka pasti.
Mereka mungkin menjawab:
Bisa hidup selaras dengan nilai pribadi
Punya waktu untuk hal yang dicintai
Terus bertumbuh sebagai manusia
Memberi dampak bagi orang lain
Definisi ini lebih mendalam dan subjektif. Mereka tidak merasa harus mengikuti standar sosial yang seragam.
8. Mereka Terlihat Kaya Akan Cerita, Bukan Barang
Rumah mereka mungkin tidak dipenuhi barang mewah, tetapi percakapan dengan mereka terasa “penuh”.
Mereka punya kisah tentang kegagalan pertama, perjalanan spontan, mentor yang mengubah arah hidup, atau momen sederhana yang membuka perspektif baru.
Ketika orang lain mengoleksi benda, mereka mengoleksi makna.
Dan yang menarik, seiring waktu, orang seperti ini sering kali justru tetap stabil secara finansial—karena mereka sadar uang penting, tetapi tidak menjadikannya tujuan akhir.
Penutup: Mengukur Hidup dengan Kedalaman, Bukan Jumlah
Mengukur hidup berdasarkan pengalaman bukan berarti anti-uang. Uang tetap penting sebagai alat untuk bertahan dan berkembang. Namun perbedaannya terletak pada pusat gravitasi hidup.
Apakah uang menjadi tujuan, atau hanya sarana?
Orang yang menempatkan pengalaman sebagai ukuran hidup biasanya:
Lebih hadir dalam momen
Lebih sadar akan waktu
Lebih reflektif terhadap perjalanan hidup
Dan sering kali, mereka memiliki satu kualitas yang sulit dibeli: rasa cukup.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
