Logo JawaPos
Author avatar - Image
09 Februari 2026, 17.01 WIB

7 Kata yang Ditinggalkan Orang Pintar Setelah Menyadari Ketidakcerdasannya Menurut Psikologi

seseorang yang menyadari ketidakcerdasannya./Freepik/freepik - Image

seseorang yang menyadari ketidakcerdasannya./Freepik/freepik

JawaPos.com - Dalam psikologi komunikasi dan kecerdasan emosional, bahasa bukan hanya alat bicara, tetapi cerminan cara berpikir, kedewasaan mental, dan kedalaman intelektual seseorang.

Menariknya, banyak penelitian psikologi menunjukkan bahwa orang yang benar-benar cerdas justru menghindari kata-kata tertentu, karena kata-kata tersebut menunjukkan pola pikir dangkal, defensif, atau emosional yang tidak sehat.

Dilansir dari Geediting pada Jumat (6/2), terdapat 7 kata/ungkapan yang perlahan ditinggalkan oleh orang-orang cerdas setelah mereka menyadari bahwa kata-kata ini sebenarnya tidak mencerminkan kecerdasan, melainkan kelemahan psikologis.

1. “Pokoknya”

Kata pokoknya sering digunakan untuk menutup diskusi:

“Pokoknya aku benar.”

Secara psikologis, ini menunjukkan:

Penolakan berpikir kritis

Ketidakmampuan menerima sudut pandang lain

Ego defensif

Orang pintar justru terbiasa berkata:

“Menurut datanya…”

“Kalau kita lihat dari sudut pandang lain…”

Psikologi menyebut ini sebagai closed mindset — pola pikir tertutup terhadap informasi baru.

2. “Semua orang juga begitu”

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore