Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Februari 2026, 04.38 WIB

Jika Anda Menginginkan Percakapan yang Lebih Baik, Hentikan 7 Perilaku Ini Segera Menurut Psikologi

seseorang yang sedang bertukar ide dengan temannya./Freepik/tzido - Image

seseorang yang sedang bertukar ide dengan temannya./Freepik/tzido

JawaPos.com - Percakapan yang berkualitas bukan hanya soal berbicara lancar atau punya banyak topik.

Dalam psikologi komunikasi, kualitas percakapan sangat ditentukan oleh sikap mental, empati, dan kebiasaan perilaku saat berinteraksi.

Banyak orang merasa sudah “pandai bicara”, tetapi tanpa sadar justru melakukan kebiasaan kecil yang merusak kualitas komunikasi.

Jika Anda sering merasa obrolan terasa canggung, tidak nyambung, cepat membosankan, atau tidak mendalam, bisa jadi masalahnya bukan pada topik—melainkan pada pola perilaku.

Psikologi sosial menunjukkan bahwa hubungan manusia dibangun bukan oleh kata-kata saja, tetapi oleh rasa aman, keterhubungan emosional, dan validasi sosial.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (3/2), terdapat 7 perilaku yang harus segera dihentikan jika Anda ingin membangun percakapan yang lebih sehat, hangat, dan bermakna.

1. Terlalu Fokus Menunggu Giliran Bicara, Bukan Mendengarkan

Dalam psikologi, ini disebut pseudo-listening (mendengar palsu). Secara fisik Anda terlihat mendengar, tetapi secara mental Anda sibuk menyiapkan jawaban.

Dampaknya:

Lawan bicara merasa tidak benar-benar didengar

Percakapan jadi terasa “tidak nyambung”

Tidak tercipta koneksi emosional

Solusi psikologis:
Latih active listening:

Fokus pada makna, bukan kata

Tahan keinginan menyela

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore