Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 Januari 2026, 20.30 WIB

0 Film Ini Termasuk dalam Daftar Film Favorit Sepanjang Masa? Menurut Psikologi, Anda Menunjukkan Tingkat Kecerdasan yang Lebih Tinggi dari Rata-rata

seseorang yang mengajak teman-temannya untuk menonton film favoritnya./Freepik/freepik - Image

seseorang yang mengajak teman-temannya untuk menonton film favoritnya./Freepik/freepik

JawaPos.com - Selera film sering dianggap sebagai preferensi hiburan semata. Namun, dalam psikologi modern, pilihan tontonan ternyata dapat mencerminkan cara seseorang berpikir, memproses emosi, dan memahami kompleksitas dunia.

Sejumlah penelitian dalam psikologi kognitif dan kepribadian menunjukkan bahwa orang dengan tingkat kecerdasan di atas rata-rata cenderung menyukai film yang menantang secara intelektual, emosional, dan filosofis.

Kecerdasan di sini tentu tidak hanya berarti IQ tinggi, tetapi juga mencakup kecerdasan emosional, kemampuan berpikir abstrak, empati, serta toleransi terhadap ambiguitas.

Jika Anda menyukai film-film yang tidak menyajikan jawaban instan, mengandung lapisan makna, atau menuntut perhatian penuh, besar kemungkinan otak Anda menikmati tantangan.

Dilansir dari Geediting pada Senin (26/1), terdapat 10 film yang menurut perspektif psikologi sering disukai oleh individu dengan tingkat kecerdasan lebih tinggi dari rata-rata, beserta penjelasan alasannya.

1. Inception (2010)

Film karya Christopher Nolan ini menuntut penonton untuk memahami konsep mimpi berlapis, realitas subjektif, dan waktu yang tidak linear.

Psikologi kognitif menunjukkan bahwa orang yang menikmati narasi kompleks seperti ini biasanya memiliki kemampuan pemrosesan informasi yang tinggi dan nyaman dengan struktur cerita yang tidak konvensional.

2. The Shawshank Redemption (1994)

Film ini lebih dari sekadar kisah pelarian dari penjara. Ia menyentuh tema harapan, ketahanan mental, dan makna kebebasan.

Individu dengan kecerdasan emosional tinggi cenderung terhubung dengan pesan mendalam tentang ketekunan dan moralitas manusia.

3. Fight Club (1999)

Film ini memancing refleksi tentang identitas diri, konsumerisme, dan konflik batin manusia modern.

Menurut psikologi, ketertarikan pada film yang mempertanyakan norma sosial sering ditemukan pada orang dengan pemikiran kritis dan independen.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore