Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Januari 2026, 06.08 WIB

Orang yang Tetap Bugar Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia, Bahkan Tanpa Pergi ke Gym, Biasanya Menunjukkan 7 Kebiasaan Sehari-hari Ini

seseorang yang tetap bugar di usia tua./Freepik/freepik - Image

seseorang yang tetap bugar di usia tua./Freepik/freepik

JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia, banyak orang mulai menerima penurunan fisik sebagai sesuatu yang tak terelakkan.

Sendi terasa lebih kaku, stamina menurun, dan aktivitas sederhana terasa lebih melelahkan dibandingkan masa muda.

Namun menariknya, psikologi menunjukkan bahwa ada sekelompok orang yang tetap tampak bugar, gesit, dan berenergi meski usia terus bertambah—bahkan tanpa rutinitas gym yang intens.

Rahasia mereka bukan terletak pada alat fitness mahal atau jadwal latihan ketat, melainkan pada kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.

Kebiasaan ini membentuk pola pikir dan perilaku yang mendukung kesehatan fisik dalam jangka panjang.

Dilansir dari Geediting pada Sabtu (17/1), terdapat tujuh kebiasaan yang kerap dimiliki orang-orang tersebut menurut sudut pandang psikologi.

1. Mereka Menjadikan Gerak sebagai Bagian Alami dari Hidup

Orang yang tetap bugar jarang memandang gerak sebagai “tugas olahraga”. Mereka tidak selalu berkata, “Saya harus olahraga hari ini,” melainkan secara alami memasukkan aktivitas fisik ke dalam rutinitas harian.

Berjalan kaki, naik tangga, membersihkan rumah, atau sekadar melakukan peregangan ringan menjadi kebiasaan yang nyaris tanpa disadari.

Dalam psikologi, ini disebut sebagai habitual movement—gerakan yang tertanam sebagai kebiasaan, bukan kewajiban.

Karena tidak dibebani tekanan mental, tubuh bergerak lebih konsisten, dan konsistensi inilah yang menjaga kebugaran seiring waktu.

2. Mereka Mendengarkan Tubuh, Bukan Memaksanya

Berbeda dengan pola pikir “no pain, no gain”, orang-orang ini justru peka terhadap sinyal tubuh. Saat lelah, mereka beristirahat.

Saat tubuh terasa kaku, mereka memilih gerakan ringan. Sikap ini selaras dengan konsep body awareness dalam psikologi, yaitu kemampuan mengenali dan merespons kebutuhan tubuh secara tepat.

Dengan mendengarkan tubuh, risiko cedera berkurang dan hubungan dengan tubuh menjadi lebih positif. Akibatnya, aktivitas fisik bisa dipertahankan dalam jangka panjang tanpa rasa trauma atau kelelahan berlebih.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore