Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Januari 2026, 04.01 WIB

Orang yang Belum Punya Teman Baru dalam Lima Tahun Terakhir Sering Kali Menunjukkan 8 Perilaku Ini Tanpa Menyadarinya Menurut Psikologi

seseorang yang tidak memiliki teman baru dalam lima tahun terakhir./Freepik/Holiak - Image

seseorang yang tidak memiliki teman baru dalam lima tahun terakhir./Freepik/Holiak

JawaPos.com - Dalam kehidupan dewasa, pertemanan sering kali berubah tanpa kita sadari.

Kesibukan kerja, tanggung jawab keluarga, hingga pengalaman emosional tertentu membuat lingkaran sosial menyempit secara perlahan.

Tak sedikit orang yang baru tersadar bahwa mereka belum memiliki teman baru selama lima tahun—atau bahkan lebih—ketika momen kesepian datang.

Menariknya, menurut psikologi, kondisi ini jarang disebabkan oleh “tidak ada kesempatan” semata.

Lebih sering, ada pola perilaku halus yang terbentuk secara perlahan, dilakukan tanpa sadar, dan akhirnya membuat seseorang sulit membuka pintu pertemanan baru.

Bukan karena mereka antisosial, melainkan karena cara mereka melindungi diri, mengelola emosi, dan memaknai hubungan sosial.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (14/1), terdapat delapan perilaku yang kerap muncul pada orang yang belum punya teman baru dalam lima tahun terakhir, menurut sudut pandang psikologi.

1. Terlalu Nyaman dengan Rutinitas yang Sama

Rutinitas memberikan rasa aman. Bangun di jam yang sama, bekerja dengan pola yang itu-itu saja, lalu pulang ke lingkungan yang familiar. Namun, secara psikologis, rutinitas yang terlalu kaku mengurangi peluang interaksi sosial baru.

Orang yang sudah lama tidak memiliki teman baru sering kali tanpa sadar menghindari situasi di luar kebiasaan. Bukan karena takut, melainkan karena “merasa tidak perlu.” Padahal, pertemanan baru hampir selalu lahir dari ruang-ruang yang sebelumnya asing.

2. Merasa Hubungan Sosial Menguras Energi

Dalam psikologi kepribadian, ini sering berkaitan dengan pengalaman emosional di masa lalu. Jika seseorang pernah dikecewakan, dimanfaatkan, atau merasa tidak dihargai dalam pertemanan, otak akan membangun asosiasi bahwa hubungan baru = potensi kelelahan emosional.

Akibatnya, setiap peluang berkenalan dengan orang baru langsung ditimbang dari sisi “capeknya,” bukan potensi maknanya. Tanpa sadar, seseorang mulai menutup diri demi menjaga energi mentalnya.

3. Lebih Banyak Mendengarkan daripada Membuka Diri

Mereka biasanya pendengar yang sangat baik. Saat berbincang, mereka memberi ruang bagi orang lain untuk bercerita panjang lebar. Namun, ketika giliran berbagi tentang diri sendiri, mereka cenderung singkat, netral, dan aman.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore