Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Desember 2025, 01.23 WIB

Pria yang Sangat Dihormati tetapi Tidak Terlalu Disukai Sering Kali Menunjukkan 7 Perilaku Ini Tanpa Menyadarinya Menurut Psikologi

seseorang yang dihormati tetapi tidak terlalu disukai./Freepik/freepik - Image

seseorang yang dihormati tetapi tidak terlalu disukai./Freepik/freepik

JawaPos.com - Dalam kehidupan sosial maupun profesional, ada satu tipe pria yang menarik untuk diamati.

Ia dihormati, pendapatnya diperhitungkan, kehadirannya membawa wibawa. Namun di saat yang sama, ia tidak selalu disukai.

Orang mendengarkannya, tetapi jarang merasa dekat dengannya. Orang segan padanya, tetapi tidak selalu nyaman bersamanya.

Fenomena ini bukanlah kebetulan. Menurut psikologi sosial, rasa hormat dan rasa suka adalah dua hal yang berbeda.

Seseorang bisa memiliki kompetensi tinggi, ketegasan, dan integritas yang membuatnya dihormati, tetapi justru perilaku-perilaku tertentu—yang sering tidak disadari—menciptakan jarak emosional dengan orang lain.

Dilansir dari Geediting pada Senin (22/12), terdapat tujuh perilaku yang kerap muncul pada pria yang sangat dihormati namun tidak terlalu disukai, tanpa mereka sadari.

1. Terlalu Fokus pada Logika, Mengabaikan Emosi

Pria yang dihormati sering dikenal rasional, objektif, dan berorientasi solusi. Namun, dalam interaksi sosial, logika tanpa empati bisa terasa dingin.

Menurut psikologi, manusia tidak hanya ingin dipahami secara intelektual, tetapi juga divalidasi secara emosional.

Ketika seseorang selalu menjawab masalah dengan analisis dan solusi tanpa terlebih dahulu mengakui perasaan lawan bicara, ia bisa dianggap tidak peduli—meskipun niatnya baik.

Tanpa disadari, sikap “ayo kita pikirkan secara rasional” dapat membuat orang lain merasa tidak didengarkan.

2. Standar yang Terlalu Tinggi untuk Orang Lain

Pria ini biasanya memiliki standar tinggi untuk dirinya sendiri—dan tanpa sadar, menerapkannya pada orang lain. Ia menghargai disiplin, tanggung jawab, dan kompetensi, tetapi lupa bahwa tidak semua orang berada pada tahap yang sama.

Psikologi menyebut ini sebagai projection bias: mengharapkan orang lain berpikir dan bertindak seperti diri kita sendiri. Akibatnya, ia mudah kecewa, mudah mengkritik, dan sulit memberi toleransi. Orang menghormatinya karena kualitasnya, tetapi enggan dekat karena merasa selalu “kurang”.

3. Lebih Sering Memberi Penilaian daripada Apresiasi

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore