Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Desember 2025, 00.35 WIB

Orang yang Selalu Merapikan Kursinya, Bahkan di Rumah, Menunjukkan 6 Ciri Kepribadian Langka Ini Menurut Psikologi

seseorang yang merapikan kursi./Freepik/freepik - Image

seseorang yang merapikan kursi./Freepik/freepik

JawaPos.com - Kebiasaan kecil sering kali dianggap sepele. Merapikan kursi setelah duduk, menariknya kembali ke posisi semula, atau memastikan kursi tersusun rapi meski tidak ada tamu—bagi sebagian orang, ini hanya soal kerapian.

Namun menurut psikologi, kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten, terutama saat tidak ada tuntutan sosial, justru bisa menjadi cermin kepribadian yang lebih dalam.

Menariknya, orang yang selalu merapikan kursinya bahkan di rumah, di ruang privat yang tak disaksikan siapa pun, kerap memiliki karakteristik psikologis yang tergolong langka.

Bukan sekadar rapi, tetapi mencerminkan cara mereka berpikir, mengelola emosi, dan memandang hidup.

Dilansir dari Geediting pada Senin (22/12), terdapat enam ciri kepribadian langka yang sering ditemukan pada orang dengan kebiasaan ini, menurut sudut pandang psikologi.

1. Memiliki Kesadaran Diri Tinggi (High Self-Awareness)

Orang yang merapikan kursi tanpa disuruh biasanya memiliki kesadaran diri yang kuat. Mereka peka terhadap tindakan kecil yang mereka lakukan dan dampaknya terhadap lingkungan sekitar, meski lingkungan itu hanyalah ruang pribadi mereka sendiri.

Dalam psikologi, kesadaran diri ini berkaitan dengan kemampuan refleksi internal—mereka tahu apa yang sedang dilakukan, mengapa melakukannya, dan tidak bertindak secara impulsif.

Kebiasaan merapikan kursi menjadi simbol kontrol diri dan kehadiran penuh (mindfulness) dalam aktivitas sehari-hari.

2. Bertanggung Jawab Tanpa Menunggu Pengawasan

Banyak orang berperilaku rapi karena takut dinilai atau ditegur. Namun mereka yang tetap merapikan kursi saat sendirian menunjukkan bentuk tanggung jawab intrinsik—melakukan hal benar bukan karena diawasi, melainkan karena merasa itu memang seharusnya.

Psikologi menyebut ini sebagai internal locus of control, yakni keyakinan bahwa kualitas hidup ditentukan oleh tindakan pribadi, bukan faktor eksternal. Ciri ini tergolong langka dan sering dimiliki oleh individu yang konsisten, dapat dipercaya, dan matang secara emosional.

3. Menghargai Keteraturan sebagai Bentuk Rasa Aman

Bagi sebagian orang, keteraturan bukan soal estetika, melainkan rasa aman. Merapikan kursi adalah bagian dari upaya menjaga struktur kecil dalam hidup yang memberi ketenangan batin.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore