Logo JawaPos
Author avatar - Image
25 Februari 2026, 17.03 WIB

Pria Pemukul Petugas SPBU Cipinang Jaktim Ternyata Positif Sabu-Sabu dan Ganja, Usai Pesta di Bali

Abud Mahmudin (28), salah satu operator SPBU 3413901 yang dianiaya pelaku diduga aparat hingga gigi copot di kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (24/2/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza)

JawaPos.com - Kedok JM, 31, pria yang sempat mengaku sebagai oknum polisi saat memukul petugas SPBU di Cipinang Muara, Jakarta Timur, akhirnya terbongkar.

Selain dipastikan bukan anggota Polri, JM ternyata baru saja berpesta narkotika di Bali sebelum melakukan aksi koboinya.

Aksi pemukulan yang sempat viral di media sosial ini dipicu masalah sepele. Pelaku tak terima saat petugas SPBU menolak mengisi BBM jenis Pertalite karena ketidaksesuaian data pada barcode.

Setelah diamankan oleh Tim Resmob Polres Metro Jakarta Timur, pelaku menjalani tes urine. Hasilnya, JM dinyatakan positif mengonsumsi narkotika jenis sabu-sabu dan ganja.

Saat diinterogasi, JM mengakui bahwa dirinya baru saja mengonsumsi barang haram tersebut di Pulau Dewata beberapa hari sebelum insiden terjadi.

"(Mengonsumsi sabu-sabu) Di Bali 4 hari yang lalu. Di Bali semua," ungkap JM saat memberikan keterangan.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menegaskan, JM bukanlah anggota korps Bhayangkara seperti yang sempat diisukan, melainkan seorang pekerja jasa rental.

"Dalam proses pemeriksaan, pelaku memberikan keterangan yang berubah-ubah. Setelah dilakukan tes urine, pelaku dinyatakan positif mengonsumsi narkotika jenis sabu dan ganja," ungkap Alfian melalui akun Instagram pribadinya, @alfiannurrizal.id.

Kronologi Pemukulan: Ngaku Mobil Jenderal

Insiden kekerasan ini menimpa tiga pegawai SPBU 3413901 Cipinang Muara. Staf SPBU, Mukhlisin, 38, menjelaskan bahwa keributan bermula dari persoalan SOP pengisian bahan bakar subsidi.

"Tapi mobilnya beda. Makanya dari pihak kita menolak (mengisi pertalite). Kalau SOP-nya memang kalau enggak sesuai dengan barcode, kita arahkan ke edisi Pertamax karena kalau di Pertamax kan dia enggak pakai barcode, jadi bisa. Tapi kalau yang di Pertalite memang harus pakai barcode," tegas Mukhlisin.

Tak terima ditolak, JM mulai melakukan intimidasi. Ia bahkan sempat sesumbar bahwa mobil yang ia kendarai adalah milik seorang jenderal berbintang dua alias Kapolda.

Akibat emosi pelaku, tiga orang petugas menjadi korban pemukulan. Mereka adalah Ahmad Khoirul Anam, Lukmanul Hakim, dan Abud Mahmudin.

"Operator yang saat itu sedang istirahat dan ikut nimbrung Abud Mahmudin sudah bekerja 4 tahunan. Kalau Khoirul Anam itu di pipi, tamparan pipi," jelas Mukhlisin.

Dampak pemukulan tersebut cukup parah, terutama bagi Abud yang mengalami luka di area mulut hingga giginya goyang (otek).

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore