Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 Desember 2025, 02.33 WIB

Seniman Tato Kota Tua Jadi Begal: Terdesak Butuh Uang untuk Anak, Terancam 5 Tahun Penjara

Detik-detik penangkapan pelaku pembegalan berinisial A di tempat tinggalnya di Pademangan, Jakarta Utara, Kamis (4/12). (Istimewa) - Image

Detik-detik penangkapan pelaku pembegalan berinisial A di tempat tinggalnya di Pademangan, Jakarta Utara, Kamis (4/12). (Istimewa)

JawaPos.com - Seorang seniman tato di kawasan Kota Tua Jakarta berinisial A, 37, kini harus berhadapan dengan hukum. Bukan karena karyanya, melainkan karena nekat melakukan aksi pembegalan di jalanan.

Tersangka A diketahui telah melakukan dua kali aksi penjambretan (residivis). Aksi kedua sekaligus yang terakhir dilakukan di lampu merah Jembatan Dua, Tambora, Jakarta Barat, pada Rabu (3/12) sore.

Unit Reskrim Polsek Tambora bergerak cepat usai aksi pembegalan ini viral. Dalam waktu kurang dari 24 jam, polisi meringkus A di tempat tinggalnya di Pademangan, Jakarta Utara, Kamis (4/12).

"Pelaku sudah kita amankan. Jadi berdasarkan hasil pemeriksaan, A merupakan residivis untuk hal yang sama, penjambretan kurang lebih dua kali. Untuk pekerjaannya, A ini seniman tato di wilayah Kota Tua, Tamansari," ujar Kanit Reskrim Polsek Tambora, AKP Sudrajat Djumantara.

Saat diinterogasi oleh penyidik, A mengaku melakukan aksi kejahatan tersebut karena membutuhkan uang untuk keperluan anak. Pelaku mengungkapkan bahwa pekerjaannya sebagai artis tato Kota Tua memiliki penghasilan yang tidak menentu, sehingga ia harus "nyambi" menjadi tukang parkir untuk menyambung hidup.

"(Pendapatan sebagai artis tato) Enggak tentu. Makanya kadang nyambi jadi tukang parkir juga," kata Sudrajat.

HP Korban Tidak Jadi Dijual Karena Tahu Ada yang Merekam

Dalam aksi terakhirnya di Tambora, A beraksi bersama seorang temannya yang kini masih buron. Kejadian bermula saat korban yang mengendarai motor berhenti di lampu merah, kemudian dipepet oleh kedua pelaku.

"Jadi ada pengendara motor yang sedang berhenti, lalu dipepet oleh kedua orang yang berusaha untuk merampas harta atau benda kepemilikan dari pengendara motor. Namun yang dapat diambil adalah HP dari korban tersebut," jelas Sudrajat.

Saat beraksi, A berhasil merebut ponsel korban. Namun, ponsel itu tidak sempat ia jual. Pria yang seluruh tubuhnya dipenuhi tato itu menyadari ada kamera yang menyorot aksinya.

Atas perbuatannya, pelaku A disangkakan dengan Pasal 362 KUHP tentang tindak pencurian biasa, dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun. Polisi juga masih memburu pelaku pembegalan lainnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore