Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 November 2025, 02.44 WIB

Progres Pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Rute Velodome-Manggarai Capai 77,96%, Target Rampung Agustus 2026

Pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai. (Dok. Waskita Karya) - Image

Pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai. (Dok. Waskita Karya)

JawaPos.com - PT Waskita Karya (Persero) Tbk melaporkan progres pembangunan proyek Light Rail Transit (LRT) Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai telah mencapai 77,96 persen, atau lebih cepat dari target yang ditetapkan sebesar 76,49 persen. 

Corporate Secretary Waskita Karya Ermy Puspa Yunita menyampaikan bahwa pembangunan proyek LRT Jakarta akan rampung pada Agustus 2026 mendatang. 

"Pengerjaan LRT Jakarta Fase 1B secara tepat waktu dan memperhatikan mutu. Terbukti progres saat ini mencapai 77,96 persen, lebih cepat dari target yang sebesar 76,49 persen," kata Ermy, Selasa (11/11).

Lebih lanjut, dia membeberkan pembangunan yang sudah melampaui target itu berkat inovasi digital Perseroan dalam proyek LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai dinilai mampu meningkatkan efisiensi, keselamatan, sekaligus keberlanjutan dalam proses konstruksi. 

Demi mempercepat pembangunan, lanjutnya, Waskita menerapkan solusi digital berbasis Building Information Modelling (BIM) dan teknologi Bentley Systems. Perseroan pun memanfaatkan drone fotogrametri serta simulasi 4D untuk memantau dan mengelola proyek secara real time. 

Itu dilakukan guna mempermudah pengerjaan proyek di tengah padatnya perkotaan. Seperti diketahui, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B memiliki panjang 6,4 kilometer (km) dari total 46,8 km. 

Ermy juga menjelaskan, Waskita menggunakan platform digital terintegrasi yang menggabungkan data spasial, model BIM, dan jadwal pekerjaan dalam satu sistem. Cara ini bertujuan memudahkan seluruh tim, baik teknis maupun nonteknis, untuk mengakses informasi proyek secara langsung serta cepat mengambil keputusan. 

"Berkat metode tersebut, Waskita berhasil mengidentifikasi dan menyelesaikan lebih dari 1.200 potensi kendala sebelum proses konstruksi berlangsung. Tidak hanya meningkatkan keselamatan kerja, implementasi simulasi 4D juga mendorong Perseroan menuju metode konstruksi yang lebih efisien dan presisi," tuturnya. 

Selain itu, dirinya mengungkapkan, secara finansial inovasi digital itu berdampak signifikan, karena Perseroan mampu menghemat hingga 14,82 juta dolar AS. Bahkan dapat menekan konsumsi material lebih dari 7,3 juta dolar AS. 

"Dari sisi operasional juga terjadi peningkatan 80 persen pada efisiensi data serta pengurangan waktu permodelan sampai 40 persen. Kemudian bisa menurunkan inpeksi fisik sebesar 20 persen," tutup Ermy.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore