Logo JawaPos
Author avatar - Image
01 Maret 2026, 02.31 WIB

Operasi Tempur Gabungan AS-Israel Gempur Iran, Teheran Balas dengan Rudal: Kronologi dan Apa yang Sebenarnya Terjadi

Asap mengepul di Teheran setelah ledakan menyusul serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, dalam cuplikan video media sosial yang dirilis 28 Februari 2026 (Al Jazeera) - Image

Asap mengepul di Teheran setelah ledakan menyusul serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran, dalam cuplikan video media sosial yang dirilis 28 Februari 2026 (Al Jazeera)

JawaPos.com - Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan militer terkoordinasi terhadap sejumlah kota di Iran, termasuk Teheran. Presiden AS Donald Trump menyebutnya sebagai "operasi tempur besar." Serangan ini segera dibalas Teheran dengan peluncuran rudal ke wilayah Israel utara, memicu sirene peringatan dan pencegatan oleh sistem pertahanan udara Israel.

Eskalasi ini terjadi di tengah negosiasi yang masih berlangsung antara Washington dan Teheran terkait program nuklir dan rudal balistik Iran, serta delapan bulan setelah konflik bersenjata singkat selama 12 hari antara kedua pihak. Situasi tersebut memperlihatkan bahwa jalur diplomasi kini berada dalam tekanan serius, sementara opsi militer kembali mendominasi panggung.

Dilansir dari Al Jazeera, Sabtu (28/2/2026), Israel lebih dahulu mengumumkan peluncuran serangan rudal ke wilayah Iran pada Sabtu pagi waktu setempat. Pengumuman tersebut menandai dimulainya operasi militer yang segera berkembang menjadi aksi gabungan dengan Amerika Serikat.

Seorang pejabat AS kemudian mengonfirmasi kepada media tersebut bahwa serangan itu merupakan operasi bersama. Dalam beberapa pekan terakhir, Washington diketahui telah mengerahkan armada jet tempur dan kapal perang dalam jumlah besar ke kawasan, yang disebut sebagai mobilisasi militer terbesar Amerika Serikat di Timur Tengah sejak Perang Irak.

Target Serangan dan Titik Ledakan

Laporan kantor berita Fars menyebutkan beberapa rudal menghantam University Street dan kawasan Jomhouri di Teheran, serta area dekat markas Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). 

Kantor berita Associated Press melaporkan bahwa salah satu serangan terjadi di dekat kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Sementara itu, kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan ledakan di kawasan Seyyed Khandan, Teheran utara. Media lokal juga mencatat ledakan di sejumlah kota lain, termasuk Kermanshah, Qom, Tabriz, Isfahan, Ilam, Karaj, serta Provinsi Lorestan. 

Hingga laporan ini disusun, rincian korban dan kerusakan belum diumumkan secara lengkap oleh otoritas masing-masing negara.

Pernyataan Washington dan Tujuan Operasi

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan tujuan operasi adalah "menghancurkan rudal mereka dan meratakan industri rudal mereka hingga ke tanah."

Ia juga menyatakan, "Kami akan memastikan proksi mereka tidak lagi dapat mendestabilisasi kawasan atau dunia." Pernyataan ini merujuk pada kelompok-kelompok yang selama ini dianggap berafiliasi dengan Teheran, seperti Hamas, Hizbullah, dan Houthi.

Trump juga kembali menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan mengizinkan Iran mengembangkan senjata nuklir, meskipun Teheran berulang kali menyatakan tidak berniat membangunnya. Ia menambahkan, "Rezim ini akan segera belajar bahwa tidak seorang pun boleh menantang kekuatan Angkatan Bersenjata Amerika Serikat."

Kantor berita Reuters mengutip pejabat AS yang menyebut pemerintahan Trump tengah menyiapkan operasi yang dapat berlangsung beberapa hari. Hal ini mengindikasikan bahwa serangan tersebut bukan aksi terbatas, melainkan bagian dari kampanye militer berkelanjutan.

Respons Iran dan Ancaman Lanjutan

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore