
Ilustrasi Konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. (AI/ChatGPT)
JawaPos.com-Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan keprihatinan mendalam atas meningkatnya eskalasi militer di Timur Tengah menyusul tuduhan serangan Israel dan Amerika Serikat terhadap Republik Islam Iran.
Kemlu menegaskan pentingnya menahan diri dan mengedepankan dialog untuk mencegah konflik meluas.
Dalam pernyataan resminya, Indonesia sangat menyesalkan gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran yang disebut berdampak pada meningkatnya ketegangan militer di kawasan.
Pemerintah menilai situasi ini berpotensi memperburuk stabilitas regional dan mengganggu perdamaian serta keamanan dunia. Indonesia menyerukan seluruh pihak agar menahan diri dan tidak mengambil langkah yang dapat memperkeruh situasi.
Pemerintah juga kembali menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara-cara damai.
“Kami mendorong semua pihak untuk mengedepankan dialog dan diplomasi,” demikian penegasan dalam pernyataan tersebut.
Sikap ini sejalan dengan politik luar negeri Indonesia yang konsisten mengedepankan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan hukum internasional. Pemerintah memandang setiap bentuk eskalasi militer hanya akan memperluas dampak krisis dan meningkatkan risiko instabilitas global.
Dalam pernyataan yang sama, Pemerintah Indonesia menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia siap berperan aktif dalam upaya meredakan ketegangan. Apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden RI bersedia untuk bertolak ke Teheran guna memfasilitasi dialog dan melakukan mediasi.
Langkah ini diklaim menunjukkan komitmen Indonesia untuk berkontribusi dalam menjaga stabilitas kawasan dan mendukung terciptanya kondisi keamanan yang kondusif di Timur Tengah.
Pemerintah Indonesia juga mengingatkan bahwa peningkatan ketegangan di Timur Tengah tidak hanya berdampak pada negara-negara yang terlibat langsung, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi dan keamanan global.
Kawasan tersebut merupakan wilayah strategis bagi perdagangan dan distribusi energi dunia. Konflik terbuka antara negara-negara besar di kawasan dikhawatirkan dapat memicu efek domino, baik dalam bentuk ketidakstabilan politik regional maupun gejolak pasar internasional. (*)

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
