Seorang peserta parade Krampusnacht mengenakan kostum Krampus dalam perayaan tradisi Natal di Austria (Dok. History)
JawaPos.com - Di saat sebagian besar negara merayakan Natal dengan nuansa hangat dan penuh kegembiraan, masyarakat Austria justru mempertahankan sebuah tradisi yang kontras, yakni Krampusnacht. Perayaan ini berlangsung setiap 5 Desember atau sehari menjelang Hari Santo Nikolas. Dalam tradisi ini, warga mengenal sosok Krampus, figur bertanduk berwajah menyeramkan yang berasal dari cerita rakyat Pegunungan Alpen dan dipercaya berperan sebagai pendamping Santo Nikolas dalam menegakkan disiplin moral anak-anak.
Perayaan Krampusnacht diwujudkan melalui pawai yang dikenal sebagai Krampuslauf. Pada momen ini, jalanan kota dan desa dipenuhi peserta yang mengenakan kostum Krampus lengkap dengan topeng kayu, bulu hewan, rantai, serta lonceng besar yang menghasilkan suara khas di malam musim dingin. Melansir dari PaulMarina.com, parade ini tidak hanya menjadi ajang perayaan tradisi, tetapi juga berkembang sebagai daya tarik budaya yang mengundang wisatawan dari berbagai negara untuk menyaksikan langsung keunikannya.
Secara historis, Krampus merupakan bagian dari kepercayaan lama masyarakat Alpen yang kemudian berbaur dengan ajaran Kristen. History.com mencatat bahwa figur ini pernah dianggap bertentangan dengan nilai keagamaan dan sempat dilarang dalam beberapa periode sejarah. Meski demikian, tradisi ini tetap bertahan secara turun-temurun dan mengalami kebangkitan kembali sebagai simbol identitas budaya lokal di Austria.
Dalam perkembangannya, Krampusnacht tidak hanya dimaknai sebagai perayaan yang menakutkan, tetapi juga sebagai bentuk ekspresi seni dan pelestarian budaya. Setiap kelompok Krampus biasanya merancang kostum mereka secara mandiri dengan detail yang rumit dan bernilai artistik tinggi. Berdasarkan dokumen resmi Christmas Traditions in Austria yang diterbitkan Badan Pariwisata Austria, pembuatan topeng Krampus masih melibatkan pengrajin kayu tradisional, sehingga perayaan ini turut menjaga keberlangsungan kerajinan lokal.
Keunikan Krampusnacht menunjukkan bahwa Natal di Austria memiliki wajah yang berbeda dibandingkan perayaan di banyak negara lain. Tradisi ini merepresentasikan keseimbangan antara sisi terang dan gelap dalam nilai moral masyarakat, sekaligus menjadi bukti bahwa warisan budaya lama masih memiliki tempat penting dalam kehidupan modern.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
