Logo JawaPos
Author avatar - Image
02 Februari 2026, 20.42 WIB

Dari Harry Potter ke Bridgerton 4, Perjalanan Panjang Katie Leung Hadapi Trauma dan Rasa Tidak Aman

 
 

Potret Katie Leung saat main di Harry Potter dan Bridgerton 4. (The Guardian)

JawaPos.com - Nama Katie Leung kembali menjadi sorotan setelah bergabung dalam musim terbaru serial Bridgerton di Netflix. 
 
Aktris yang dikenal luas lewat perannya sebagai Cho Chang dalam film Harry Potter ini kini tampil sebagai Lady Araminta Gun.
 
Sosok bangsawan tangguh yang menjadi salah satu karakter kunci dalam series tersebut.
 
 
Dalam wawancara bersama The Guardian, Katie Leung berbagi cerita panjang tentang perjalanan karirnya, mulai dari ketenaran mendadak saat remaja, rasisme, dampak komentar jahat dan rasa tidak amannya  
 
Katie mengaku tidak merasa kecewa ketika mendapati peran sebagai ibu. Menurutnya, peran Lady Araminta justru memberi ruang akting yang lebih kompleks.
 
“Saya merasa sangat diperhatikan karena akhirnya bisa memainkan peran sebagai seorang ibu,” ujarnya.
 
Lady Araminta digambarkan sebagai janda ambisius yang berusaha menikahkan kedua putrinya dan memiliki seorang putri tirinya bernama Sophie Baek.
 
Meski tampak kejam dan memperlakukan anak tirinya seperti pelayan ala Cinderella, Katie menilai karakter ini tidak sesederhana stereotip ibu tiri jahat.
 
“Anda akan melakukan apa saja untuk anak-anak Anda. Saya rasa saya tidak akan merasakan hal itu sebelumnya,” jelasnya. 
 
Pengalaman terjun ke produksi besar seperti Bridgerton bukan hal baru bagi Katie. Ia mengawali karirnya lewat Harry Potter saat masih berusia 16 tahun. 
 
Walau di proyek tersebut ia mendapatkan kesuksesan dan ketenaran besar, Leung mengalami tekanan.
 
Kala itu, Katie mengakui dirinya sempat mencari tahu komentar tentang dirinya di internet yang justru membuka jendela rasisme dan komentar menyakitkan. 
 
Ia juga mengaku merasa tidak pantas atas kesuksesan yang diraihnya, seolah karirnya terjadi hanya karena keberuntungan
 
Leung membintangi series tersebut , ia juga main di beberapa judul film lain namun membuatnya kehilangan arah dan takut tidak bisa memenuhi ekspektasi orang-orang.
 
“Saya berpikir, 'Tidak ada yang akan bisa menandinginya,' karena film itu sangat sukses. Saya ingat merasa kehilangan arah, berpikir, 'Apa selanjutnya? Orang-orang akan memiliki ekspektasi tinggi agar saya melampauinya, dan itu tidak akan pernah terjadi.' Saya rasa saya sangat takut memenuhi ekspektasi tersebut sehingga saya menyerah, atau tidak memberi diri saya kesempatan,” kenangnya.
 
Setelah film populer tersebut selesai, Katie sempat menjauh dari dunia akting dan mengambil studi fotografi. 
 
Dalam perjalanan aktingnya, Katie juga menyoroti keterbatasan peran yang sering ia dapatkan sebagai aktris Asia yang berkutat pada narasi berat dan stereotip tertentu. 
 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore