Logo JawaPos
Author avatar - Image
01 Maret 2026, 03.29 WIB

Awal Mula Penentuan Waktu Imsakiyah pada Bulan Ramadhan yang Dijalankan Umat Islam

Ilustrasi jadwal imsakiyah. (Freepik)

JawaPos.com – Imsakiyah Ramadhan merupakan jadwal penanda dimulainya waktu berpuasa selama bulan suci Ramadhan.

Jadwal tersebut memuat waktu salat, waktu berbuka, serta awal dimulainya puasa setiap hari sepanjang Ramadan, sedangkan istilah imsakiah berasal dari bahasa Arab yang bermakna menahan diri atau berpuasa.

Penetapan waktu imsak diperuntukkan bagi orang-orang beriman sebagai pengingat untuk menghentikan makan, minum, dan hubungan suami istri sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Ketentuan ini menjadi pedoman agar pelaksanaan ibadah puasa berlangsung sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Dilansir dari laman Al-Arabiya News, berikut sejarah ditentukannya waktu imsak saat memulai berpuasa.

Awal mula adanya imsak

Pada era Muhammad Ali dan dua tahun sebelum beliau wafat, Imsakiah diperkenalkan ke Mesir pada bulan Ramadan tahun 1262 H, yang bertepatan dengan bulan September 1846 M. Imsakiah dicetak di mesin cetak Bulaq dan dikenal sebagai Imsakiah Wali al-Nuam.

Tulisan imsakiah dicetak pada kertas hias warna kuning berukuran 27 cm x 17 cm. Di bagian atasnya tertulis hari pertama Ramadan jatuh pada hari Senin dan bulan sabit terlihat jelas di selatan selama 35 menit. Di sana juga ada gambar Muhammad Ali Pasha yang dipajang pada kalender Imsakiah.

Wassim menambahkan bahwa Imsakiah mencakup tabel besar berisi jam-jam salat dan puasa untuk setiap hari di bulan Ramadan, menurut kalender Arab. Imsakiah dibagikan ke semua kantor pemerintah, dengan perintah kepada semua pegawai untuk tidak mengabaikan pekerjaan dan mendistribusikannya secara luas.

Bertujuan untuk periklanan

Antara tahun 1920 hingga 1940, Imsakiah Ramadan berkembang dalam berbagai bentuk dan tujuan. Imsakiah pertama yang digunakan sebagai sarana periklanan, didistribusikan oleh percetakan Patung Renaisans Mesir, milik Mahmoud Khalil Ibrahim pada bulan Ramadan 1347 H, yang bertepatan dengan bulan Februari 1929 M. Imsakiah menampilkan pengumuman bahwa percetakan tersebut siap untuk mencetak semua jenis buku.

Pengusaha Yahudi Daoud Adas membawa tulisan imsakiah ke tingkat yang lebih tinggi ketika ia mencetak Imsakiah untuk tokonya di bulan Ramadan 1364 H yang bertepatan dengan bulan Agustus 1945 M.

Wassim menunjukkan bahwa imsakiyah yang dicetak oleh Daoud Adas, menjadi inspirasi bagi sebagian besar Imsakiyah Ramadan yang beraneka warna.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore