Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Februari 2026, 18.26 WIB

Ramadhan Berkah dan Sehat: 7 Manfaat Puasa Ramadhan untuk Kesehatan Mental Berdasarkan Penelitian dan Jurnal Terbaru! 

 

Ilustrasi puasa ramadhan yang bisa menjadi refleksi kesehatan mental. (Pexels/PNW Production)

JawaPos.com - Bulan Ramadhan tidak hanya identik dengan ibadah fisik seperti menahan lapar dan dahaga sejak terbit fajar hingga senja tiba. 

Lebih dari itu, puasa Ramadhan memberi dampak yang luar biasa bagi kesehatan fisik sekaligus mental seseorang. 

Ya, tidak sekadar pengalaman spiritual semata. Dalam beberapa dekade terakhir, berbagai penelitian dan artikel jurnal ilmiah telah mengeksplorasi bagaimana praktik puasa berdampak positif pada kondisi psikologis, emosi, dan fungsi kognitif. 

Penelitian-penelitian ini menunjukkan bahwa Ramadhan bisa menjadi momen transformasi batin yang sekaligus meningkatkan kesejahteraan mental secara nyata.

Terlepas dari dimensi religiusnya, puasa Ramadhan telah dikaitkan dengan banyak manfaat psikologis yang terukur, termasuk peningkatan ketahanan terhadap stres, pengaturan emosi yang lebih baik, serta penurunan gejala kecemasan dan depresi. 

Penelitian menunjukkan bahwa perubahan pola makan, ritme tidur, serta peningkatan ibadah dan refleksi diri berkontribusi pada peningkatan mood serta perasaan tenang dan puas. 

Hal ini menunjukkan bahwa manfaat puasa bukan hanya soal ketahanan fisik, tetapi juga mekanisme pemulihan mental yang bermakna.

Namun, masih banyak orang yang belum menyadari bahwa Ramadhan bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi juga kesempatan tahunan untuk menyelaraskan pikiran dan tubuh agar berfungsi lebih optimal secara psikologis. 

Ketidaktahuan ini sering membuat mereka hanya fokus pada aspek fisik tanpa mengapresiasi manfaat kesehatan mental yang bisa diperoleh dari praktik ini.

Dikutip dari beberapa sumber seperti Alodokter dan Halodoc, inilah tujuh manfaat puasa Ramadhan untuk kesehatan mental berdasarkan bukti ilmiah dan jurnal penelitian terpercaya. 

1. Mengurangi Stres

Melansir laman Universitas Gadjah Mada “Discovering the Advantages of Fasting for Mental Health”, ternyata puasa membantu menghilangkan stres. 

Menurut Psikiater yang juga Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Psikiatri FK KMK UGM, puasa memiliki efek langsung dalam menghilangkan stres. 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore