Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Februari 2026, 01.10 WIB

Imam Masjid Diminta Baca Qunut Nazilah Selama Ramadhan untuk Keselamatan Indonesia dan Kemerdekaan Palestina

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar dalam sidang isbat penepatan awal Ramadhan di Jakarta (17/2) malam. (Hilmi/Jawa Pos) - Image

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar dalam sidang isbat penepatan awal Ramadhan di Jakarta (17/2) malam. (Hilmi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendorong para imam masjid dan mushola untuk rutin membaca Qunut Nazilah selama bulan Ramadhan. 

Pembacaan Qunut Nazilah ini ditujukan untuk dua hal, yakni mendoakan keselamatan Indonesia dan kemerdekaan Palestina. 

Pesan tersebut disampaikan Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar. "DMI (Dewan Masjid Indonesia) bisa membuat surat edaran untuk masjid-masjid di Indonesia," katanya di sela sidang isbat awal Ramadhan di Jakarta selasa (17/2) malam.

Menurut Iskandar, bangsa Indonesia menghadapi cobaan yang berat. Seperti banjir bandang di Sumut, Sumbar, dan Aceh. Selain itu juga ada sejumlah bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Dia juga prihatin dengan kondisi masyarakat Gaza, Palestina belakangan ini. Doa Qunut Nazilah yang dipanjatkan masyarakat Indonesia diharapkan bisa membawa kedamaian dan kemerdekaan di Palestina.

Dalam kesempatan itu, Kiai Anwar juga berpesan supaya umat Islam tidak hanya berpuasa secara syariat saja. "Tetapi juga berpuasa hakikat," katanya.

Yaitu dengan menjaga lisan, tangan, dan perbuatan lainnya. Dia meminta tangan dijaga supaya tidak membuat tulisan atau postingan yang mengandung ujaran kebencian.

Di bagian lain, Baznas mengajak seluruh Amil zakat menggencarkan kampanye Gerakan Zakat Menguatkan Indonesia. Pesan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Baznas Prof. Noor Achmad.

Secara khusus, dia mengajak seluruh amil untuk menjalankan tugas utama dalam memastikan zakat tersalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

"Ramadhan bagi kita (amil) semua adalah ajang perjuangan, ajang jihad, bagaimana kita memfasilitasi dari orang-orang kaya kepada orang-orang miskin," ujar Noor.

Dia menjelaskan, tugas amil tidak hanya memfasilitasi orang-orang yang berkelebihan harta untuk menunaikan zakat. Tetapi juga melakukan tathhir (pensucian harta), tazkiyah (penyucian jiwa), serta mendoakan para muzaki. 

Menurut Noor, peran tersebut merupakan amanah mulia. Karena berkontribusi langsung dalam menghadirkan keadilan sosial di tengah masyarakat.

Dia juga meminta seluruh jajaran Baznas memastikan layanan bantuan tersedia secara optimal selama Ramadhan. Noor menegaskan, jangan sampai ada masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar di bulan suci ini.

Noor mengatakan, bulan Ramadhan menjadi bulan yang penting bagi mereka. Karena itu, lanjutnya, diperlukan usaha yang tinggi, kekuatan yang besar, dan kerja keras, sehingga jangan sampai ada orang yang merasa terzalimi.

"Jangan sampai ada anak yatim yang kekurangan, orang miskin yang merasa kurang, apalagi ada yang kelaparan dan tidak bisa berbuka atau sahur dengan baik,” tegasnya. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore