
menjajal kemampuan kamera Xiaomi 15T Series untuk memotret aksi ice skating di arena es. Hasil foto tetap tajam dan bebas blur meski diambil dari jarak jauh. (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Xiaomi Indonesia kembali mencatatkan capaian positif dengan menempati posisi teratas pasar smartphone nasional di Indonesia.
Mengacu pada laporan terbaru Omdia, Xiaomi menjadi vendor smartphone nomor satu di Indonesia sepanjang 2025 dengan pangsa pasar sebesar 19 persen.
Kinerja tersebut tidak lepas dari strategi perusahaan dalam menghadirkan perangkat dengan spesifikasi tinggi di berbagai rentang harga.
Di sisi lain, lini produk Poco turut memberi kontribusi signifikan, terutama di segmen ponsel berperforma tinggi.
Poco diklain banyak diminati oleh pengguna yang mengutamakan performa, termasuk kalangan mobile gamer, sehingga memperkuat posisi Xiaomi di pasar domestik.
Wentao Zhao, Country Director Xiaomi Indonesia mengatakan, pencapaian ini adalah buah dari komitmen pihaknya untuk menghadirkan inovasi yang inklusif.
“Kami melihat masyarakat Indonesia kini semakin cerdas dalam memilih teknologi; mereka tidak hanya mencari perangkat dengan spesifikasi tinggi, tetapi juga ekosistem yang mampu menyempurnakan kualitas hidup. Kepercayaan inilah yang menjadi energi bagi Xiaomi untuk melangkah ke fase yang lebih ambisius di tahun 2026,” ujarnya.
Keberhasilan pada 2025 disebut menjadi landasan bagi Xiaomi untuk memperluas peran smartphone. Bukan sekadar sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai pusat kendali berbagai perangkat digital.
Perusahaan menegaskan kembali visi global “Human x Car x Home”, yang menempatkan smartphone sebagai penghubung antara perangkat pribadi, kendaraan, dan ekosistem rumah pintar dalam satu sistem yang terintegrasi.
Dalam kerangka tersebut, ponsel Xiaomi diposisikan sebagai gerbang utama yang menghubungkan berbagai perangkat dan layanan, dengan tujuan menciptakan pengalaman yang lebih terintegrasi dan efisien bagi pengguna.
Wentao menambahkan, kemajuan teknologi seharusnya diukur dari kemudahan penggunaan, bukan semata kompleksitas fitur.
Tahun ini pihaknya fokus untuk memastikan setiap interaksi dalam ekosistem Xiaomi terasa alami dan adaptif terhadap rutinitas harian.
“Kami ingin teknologi hadir sebagai pendukung yang bekerja di balik layar, namun kekuatannya nyata dalam memudahkan produktivitas masyarakat,” lanjutnya.
Untuk mendukung visi tersebut, Xiaomi mengandalkan Xiaomi HyperOS 3 sebagai fondasi pengembangan ekosistem.
Sistem operasi ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai perangkat dalam satu platform, termasuk dengan dukungan kecerdasan buatan (AI) guna menyesuaikan pengalaman penggunaan secara lebih personal dan lancar antarperangkat.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
