Pegawai berada di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) kembali beinovasi dengan mengembangkan inovasi teknologi di industri pasar modal Indonesia melalui peluncuran versi terbaru LADI (Live Accumulation/Distribution Indicator) - indikator akumulasi dan distribusi saham berbasis data real-time yang menjadi yang pertama dan satu-satunya tersedia bagi investor retail di Indonesia.
Peluncuran LADI bukan sekadar penambahan fitur, melainkan transformasi strategis IPOT di industri sekuritas Indonesia yang pada umumnya masih menggunakan data viewer menjadi Market Intelligence Engine.
Melalui arsitektur yang hanya tersedia di IPOT ini, investor tidak lagi hanya melihat indicator berbasis data kemarin, tetapi memperoleh visibilitas langsung terhadap tekanan beli dan jual saat transaksi berlangsung, LIVE dan Real-Time.
Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah investor ritel - khususnya generasi milenial dan Gen Z - mengalami lonjakan signifikan. Namun di balik pertumbuhan tersebut, mayoritas platform sekuritas di Indonesia masih beroperasi dalam model data viewer: menampilkan indikator berbasis data historis, bukan engine analitik berbasis streaming real-time.
Baca Juga: Temui Menko Polkam Djamari Chaniago, Menhub Beber Strategi Pengelolaan Arus Mudik dan Balik
IPOT melalui LADI menghadirkan standar baru dengan: Live Accumulation/Distribution Indicator berbasis streaming data, monitoring beberapa saham sekaligus dalam satu layar, komparasi performa 1D, 1M, 1Y, YTD hingga 10Y secara dinamis serta deteksi tekanan akumulasi dan distribusi tanpa delay.
Moleonoto The, President Director & CEO PT. Indo Premier Sekuritas, menyampaikan bahwa dalam pasar yang volatil, selisih waktu sekecil apa pun dapat berdampak langsung pada kualitas entry dan exit.
“Pasar bergerak setiap detik. Jika indikator yang digunakan investor tidak bergerak secepat pasar, maka akan muncul gap antara realitas dan persepsi. Dalam trading, gap tersebut dapat berarti masuk setelah momentum selesai atau keluar setelah distribusi terjadi,” katanya.
IPOT menilai bahwa standar teknologi industri perlu berevolusi. Jika pasar bergerak real-time, maka indikator juga seharusnya real-time.
“Investor berhak mendapatkan teknologi yang selaras dengan dinamika pasar. Jika pasar bergerak real-time, indikator seharusnya juga real-time,” tutup Moleonoto The.

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
